GEDUNG SERBA GUNA GURU AGUNG II MANGKRAK, DANA DESA RP319 JUTA DIDUGA TAK BERMANFAAT

KAUR UTARA, KONTAK PUBLIK.COM – Gedung Serba Guna Desa Guru Agung Dua (II), Kecamatan Kaur Utara, yang dibangun menggunakan Dana Desa tahun anggaran 2019 senilai Rp319.713.100 hingga Juni 2026 diduga belum memberikan manfaat kepada warga. Bangunan tersebut terpantau sepi aktivitas sejak selesai dikerjakan.

Berdasarkan data alokasi Dana Desa 2019, anggaran Rp319.713.100 dialokasikan untuk pembangunan gedung serba guna. Fasilitas ini seharusnya menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan, pelatihan, dan pelayanan warga sesuai peruntukan Dana Desa.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan berdiri, namun tidak digunakan untuk kegiatan rutin desa. Peralatan dan sarana penunjang juga tidak terlihat berfungsi. Warga masih memanfaatkan balai dusun atau tempat lain untuk musyawarah dan kegiatan sosial.

Seorang tokoh masyarakat setempat yang namanya enggan dipublikasikan menyampaikan keprihatinannya. “Sejak dibangun sampai sekarang gedung itu tidak pernah dipakai. Sayang sekali dana ratusan juta dari Dana Desa 2019 tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Minimnya pemanfaatan memunculkan pertanyaan publik terkait perencanaan, serah terima aset, dan pengelolaan pasca pembangunan. Dana Desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan dasar desa, sehingga fungsi bangunan menjadi indikator utama keberhasilan.

Pemerintah desa diharapkan segera mengevaluasi kondisi gedung dan kendala yang menyebabkan tidak berfungsinya fasilitas tersebut. Langkah audit fisik, identifikasi kebutuhan warga, serta rencana pengoperasian menjadi penting agar aset tidak terbengkalai.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kaur memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan Dana Desa. Publik menunggu penjelasan resmi terkait status aset, berita acara serah terima, serta langkah tindak lanjut agar investasi Rp319 juta itu tidak menjadi beban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Guru Agung 2 maupun pihak kecamatan terkait jadwal pemanfaatan gedung. Warga berharap ada kepastian dan keterbukaan informasi sehingga bangunan dapat segera difungsikan sesuai tujuan awalnya.

(Ongah)

‎PANTAI LAGUNA SAMUDRA MERPAS JADI ANDALAN WISATA BAHARI UJUNG SELATAN KAUR

NASAL – Pantai Laguna Samudra yang terletak di ujung selatan Kabupaten Kaur, tepatnya Desa Merpas, Kecamatan Nasal, terus didorong menjadi destinasi wisata bahari andalan. Keindahan garis pantai dan nuansa alamnya yang masih alami membuat lokasi ini banyak dilirik wisatawan lokal maupun luar daerah.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur, Juli Sarti, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 5/6/2025. Ia menyebut Laguna Samudra merupakan salah satu potensi unggulan yang dikembangkan Pemkab Kaur untuk memperkuat sektor pariwisata.

‎“Kabupaten Kaur adalah kabupaten yang banyak memiliki tempat wisata yang indah. Salah satunya Pantai Laguna Samudra di Merpas, Nasal. Kami berharap keberadaannya menjadi pendongkrak PAD Kabupaten Kaur,” jelas Juli Sarti.

‎Nama “Laguna” muncul karena bentuk pantai yang menyerupai teluk tenang dengan air laut berwarna gradasi biru kehijauan. Kondisi ini cocok untuk aktivitas wisata santai seperti menikmati sunset, berswafoto, hingga berkemah bersama keluarga. Akses jalan menuju lokasi kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, meski masih memerlukan peningkatan di beberapa titik.

‎Dinas Pariwisata Kaur menyatakan akan memfokuskan pembenahan pada fasilitas dasar. Penyediaan area parkir, kamar bilas, dan tempat sampah menjadi prioritas agar wisatawan merasa nyaman dan lingkungan pantai tetap terjaga kebersihannya.

‎Masyarakat Desa Merpas juga dilibatkan dalam pengelolaan. Kelompok sadar wisata setempat mulai menata warung kecil, jasa perahu, dan homestay sederhana. Keterlibatan warga diharapkan menciptakan efek ekonomi langsung sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap destinasi.

‎Bagi wisatawan, perjalanan ke Laguna Samudra sekaligus menjadi pengalaman menjelajah ujung selatan Bengkulu. Sepanjang rute, pengunjung disuguhi pemandangan  pesisir yang masih asri. Suasana ini menjadi nilai tambah dibanding pantai-pantai ramai di perkotaan.

‎Dengan promosi berkelanjutan dan dukungan infrastruktur, Pemkab Kaur optimistis Pantai Laguna Samudra dapat naik kelas menjadi ikon wisata bahari. Juli Sarti menegaskan, pengembangan dilakukan bertahap agar keindahan alam tetap terjaga. “Wisata maju, lingkungan lestari, masyarakat sejahtera. Itu target kita,” tutupnya.

‎Penulis: 0ngah 021

KETUA PKK SE-KECAMATAN DI KABUPATEN KAUR RESMI DILANTIK, NY POPPY GUSRIL: “JADI PENGUAT DARI DESA

KAUR, – Ketua Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan se-Kabupaten Kaur resmi dilantik dalam acara yang digelar di Gedung Serba Guna Pemda Kabupaten Kaur, Rabu 3/6/2025. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kaur, Ny. Poppy Gusril, dan berlangsung dengan suasana meriah sekaligus hidmat.

Acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan dan pengambilan sumpah jabatan. Satu per satu ketua PKK kecamatan maju ke depan untuk dikukuhkan. Suasana haru terlihat ketika para peserta pelantikan didampingi keluarga dan pengurus PKK desa yang hadir memberi dukungan.

Ny. Poppy Gusril dalam sambutannya menegaskan peran strategis PKK kecamatan sebagai penghubung program kabupaten dengan masyarakat di desa. “Ibu-ibu PKK kecamatan adalah penguat dari desa. Program 10 Program Pokok PKK akan lebih mudah berjalan kalau digerakkan bersama dari tingkat paling bawah,” ujarnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penyegaran kepengurusan sekaligus penguatan komitmen. Para ketua PKK yang baru dilantik diharapkan mampu menggerakkan kegiatan pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan sesuai potensi masing-masing kecamatan.

Suasana humanis terasa saat sesi ramah tamah. Para ketua PKK berbagi cerita tentang kondisi wilayahnya, mulai dari program dapur sehat, posyandu aktif, hingga kelompok usaha rumahan. Ny. Poppy mendengarkan langsung dan memberi semangat agar setiap inisiatif kecil di desa bisa naik kelas.

Hadir pula jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Kaur, camat, serta unsur Forkopimcam. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata agar sinergi antara pemerintah kecamatan dan PKK berjalan selaras. Beberapa camat menyatakan siap memfasilitasi program kerja PKK di wilayahnya.

Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan. Suasana meriah muncul ketika para peserta menyanyikan lagu Mars PKK bersama. Banyak peserta mengaku termotivasi untuk segera menyusun program kerja 100 hari pertama.

Dengan kepengurusan baru yang resmi dikukuhkan, TP PKK se-Kabupaten Kaur optimistis dapat memperluas manfaat program hingga ke tingkat rumah tangga. Ny. Poppy menutup acara dengan pesan sederhana: “Kerja PKK itu kerja hati. Kalau niatnya untuk keluarga, pasti dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”

Penulis: 0ngah 021