‎SISTEM JEMPUT BOLA SDN 21 KAUR DONGKRAK MINAT DAFTAR, 24 SISWA BARU IKUTI MPLS HINGGA PENUTUPAN

KAUR – Penerimaan Peserta Didik Baru SPMB di SDN 21 Kaur tahun ajaran 2026/2027 berjalan sukses. Dengan strategi jemput bola,Plt.Kepala SDN 21 Kaur Vera Restiana, S.Pd., M.M dan ketua Panitia Heni Aprianti,.S.Pd. Gr
‎ ini berhasil menjaring 24 siswa baru sesuai zonasi Desa Jembatan 2.

‎Proses SPMB dimulai sejak 18 Mei 2026. Tidak menunggu pendaftar datang, pihak sekolah justru aktif turun ke lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah dasar di wilayah binaan yang tertinggal.

‎Upaya promosi dilakukan secara langsung ke TK-TK terdekat. Tim guru memberikan informasi tentang program sekolah, kurikulum, dan lingkungan belajar. Sosialisasi tatap muka dinilai efektif menumbuhkan kepercayaan orang tua.

‎Selain ke TK, guru dan panitia juga mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki anak usia sekolah dasar. Pendataan dilakukan berdasarkan zonasi Desa Jembatan 2. Orang tua mendapat penjelasan langsung agar tidak ragu menyekolahkan anak di SDN 21 Kaur.

‎Tahap akhir dari sistem jemput bola adalah penjemputan berkas. Petugas sekolah mendatangi rumah pendaftar untuk mengambil kelengkapan administrasi. Kemudahan ini mengurangi beban orang tua dan mempercepat proses verifikasi data.

‎Hasilnya memuaskan. Hingga penutupan pendaftaran, SDN 21 Kaur menerima 24 peserta didik baru. Angka ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan jemput bola mampu menjawab tantangan rendahnya minat daftar di sekolah dasar wilayah pinggiran.

‎Setelah SPMB, sekolah langsung menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah MPLS. Kegiatan dibuka pada 13 Juli 2026 dan berlangsung selama lima hari. Sejumlah guru terlibat aktif membimbing siswa baru agar cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

‎Puncak MPLS ditutup hari ini dengan rangkaian kegiatan edukatif dan kreatif. Suasana berlangsung sukses dan meriah. Dengan awal yang baik ini, SDN 21 Kaur optimistis 24 siswa baru dapat tumbuh dan berkembang dalam suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

‎Selaku PLT kepala sekolah,saya Vera restIana Spd,MM merasa bangga dengan keberhasilan ini,dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada segenap guru yang terlibat,dan tentunya kepada orang tua murid yang sudah mempercayakan anaknya masuk di SD yang saya pimpin.

‎Penulis: 0ngah 021

NORMALISASI DRAINASE JALAN NASIONAL PADANG BINJAI – KASUK BARU DIMULAI, WARGA HARAP BANJIR TERATASI

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Pekerjaan normalisasi drainase Jalan Nasional di Desa Padang Binjai dan Desa Kasuk Baru, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, mulai dikerjakan. Proyek ini menjadi perhatian pemerintah setelah diusulkan langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kaur, Mardianto, M.AP, ke Badan Pemeliharaan Jalan Nasional pada tahun 2025 lalu.

Usulan tersebut disampaikan Mardianto setelah menerima banyak keluhan warga terkait genangan dan luapan air saat musim hujan. Jalan nasional yang menjadi akses utama Bengkulu – Lampung itu kerap terendam, mengganggu aktivitas warga dan pengendara.

“Alhamdulillah usulan kita tahun lalu direspons. Saat ini pekerjaan sudah berjalan. Ini bukti bahwa aspirasi masyarakat didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat melalui BPJN,” ujar Mardianto saat meninjau lokasi, Senin 10/7/2026.

Normalisasi drainase meliputi pembersihan, pengerukan, dan perbaikan saluran di sepanjang ruas jalan yang rawan banjir. Dengan sistem drainase yang berfungsi, diharapkan air hujan tidak lagi menggenang di badan jalan dan pemukiman warga.

Tokoh masyarakat Desa Kasuk Baru yang akrab disapa Cik Jimat menyambut baik pembangunan ini. Ia berharap setelah normalisasi selesai, warga tidak lagi cemas setiap kali hujan deras datang.

“Selama ini kalau hujan satu jam saja air sudah naik ke jalan dan halaman rumah. Dengan adanya normalisasi ini semoga saja kita terhindar dari banjir saat musim hujan,” kata Cik Jimat.

Mardianto menambahkan, keberadaan drainase yang baik tidak hanya untuk mengatasi banjir, tetapi juga untuk menjaga umur jalan nasional. Genangan air yang terus-menerus dapat mempercepat kerusakan aspal dan membahayakan pengguna jalan.

Pemerintah desa dan warga diminta ikut menjaga hasil pembangunan. Sampah tidak dibuang ke saluran, dan jika ada kerusakan segera dilaporkan. Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan masih berlangsung dan ditargetkan selesai sebelum puncak musim hujan.

Penulis: 0ngah 021

Diduga Bakar Jangkos, Asap Tebal PT APLS Cemari Udara: Warga Tuntut Proses Hukum

Kaur, Bengkulu || KontakPublik.com – Warga Desa Tanjung Bulan, Beriang Tinggi, dan Sulau Wangi di Kecamatan Tanjung Kemuning, dilanda kekhawatiran serius akibat dugaan pembakaran janjangan kosong atau jangkos yang dilakukan PT. Anugerah Pelangi Sukses (APLS), yang berkedudukan di Desa Beriang Tinggi. Asap tebal yang mengepul dari lokasi kegiatan tersebut diduga kuat menjadi sumber polusi udara yang mengganggu kesehatan, merusak kualitas lingkungan, serta meruntuhkan kenyamanan hidup warga di tiga desa dan sekitarnya, Sabtu (4/7/2026).

Masyarakat menuntut sikap tegas dari Pemerintah Kabupaten Kaur serta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan mendalam dan transparan. Jika terbukti perusahaan melakukan pembakaran tanpa izin resmi atau melanggar ketentuan teknis yang berlaku, masyarakat menuntut penindakan hukum tanpa pandang bulu. “Kami tidak bisa diam membiarkan napas kami terganggu dan masa depan lingkungan terancam hanya demi keuntungan sepihak,” tegas salah satu perwakilan warga.

Secara aturan, jangkus tergolong limbah padat sisa pengolahan kelapa sawit yang pengelolaannya diatur sangat ketat. Pembakaran di tempat terbuka tanpa izin serta tanpa alat pengendalian emisi yang memenuhi standar adalah tindakan yang dilarang keras. Sebaliknya, pemanfaatan jangkus sebagai pupuk organik atau bahan lain diperbolehkan, namun harus mengikuti prosedur teknis yang ketat agar tidak menimbulkan pencemaran, bau mengganggu, atau risiko kebakaran yang meluas.

Landasan hukum yang mengikat di antaranya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang melarang perbuatan yang menimbulkan pencemaran udara, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Selain itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah melarang pembakaran limbah yang tidak memenuhi standar teknis, dengan ancaman pidana hingga 10 tahun dan denda mencapai Rp5 miliar. Perusahaan juga wajib memiliki izin lingkungan dan AMDAL; pelanggaran dapat berujung pada pencabutan izin usaha.

Tegas harus dikatakan: sikap diam atau lemahnya pengawasan dalam kasus ini adalah bukti kegagalan menjaga kualitas hidup warga. Kabupaten Kaur tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun membiarkan kualitas lingkungan merosot tajam. Perusahaan tidak boleh merasa berkuasa dan berada di atas hukum serta keselamatan masyarakat. Jika aturan hanya menjadi tulisan mati tanpa pelaksanaan nyata, maka harapan warga akan Kaur yang sehat dan sejahtera hanyalah mimpi kosong belaka.

Pemerintah daerah wajib segera menurunkan tim gabungan untuk melakukan pengukuran kualitas udara, memeriksa kelengkapan izin usaha, serta meneliti cara pengelolaan limbah yang diterapkan perusahaan. Seluruh hasil temuan harus dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas perkara ini, dan jika terbukti bersalah, sanksi maksimal harus segera dijatuhkan tanpa ragu.

Udara yang bersih adalah hak dasar setiap warga negara. Jangan biarkan asap pembakaran jangkus meracuni masa depan anak cucu Kaur. Tegakkan aturan sekarang juga, sebelum kerusakan lingkungan menjadi permanen dan tidak dapat diperbaiki lagi. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak PT APLS maupun instansi terkait masih terus diusahakan.

(Okawa)

Hati Peka, Tanggap Sigap: Bupati Kaur Bantu Korban Kecelakaan di Depan Indomaret Sukarame

Bengkulu || Kontakpublik.com – Sebuah peristiwa haru terjadi di kawasan Sukarame, Kota Bengkulu, Sabtu (4/7/2026). Saat sedang melintas di depan gerai Indomaret setempat, Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., menyaksikan langsung kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor. Tanpa menunggu perintah atau protokol khusus, beliau segera mengambil sikap tegas untuk turun tangan.

Melihat situasi darurat di hadapannya, Gusril seketika memerintahkan kendaraannya berhenti dan langsung turun dari mobil. Tindakan ini murni lahir dari gerak hati yang tulus, bukan pertimbangan jabatan atau pencitraan semata, melainkan naluri kuat untuk menolong sesama manusia yang sedang tertimpa musibah.

Di lokasi kejadian, Bupati tidak segan terjun langsung bersama warga yang berkumpul. Beliau membantu memberikan pertolongan awal kepada korban, sekaligus ikut mengangkat kendaraan yang terguling serta mengamankan posisi agar tidak menimbulkan bahaya baru bagi pengendara lain yang lewat.

Respons cepat dan tenang ini seketika meredakan suasana yang semula tegang dan panik. Kehadiran sosok pemimpin di tengah keramaian memberikan ketenangan tersendiri bagi korban maupun saksi mata yang hadir, membuktikan bahwa kepemimpinan sejati hadir di mana pun dibutuhkan.

Warga yang menyaksikan langsung memberikan apresiasi mendalam. Mereka menilai sikap Gusril mencerminkan kepedulian tinggi dan rasa kemanusiaan yang melampaui batas jabatan. Bagi beliau, menjadi pemimpin berarti tetap menjadi manusia yang peka terhadap penderitaan orang lain, di mana pun dan kapan pun.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga: nilai luhur tidak mengenal pangkat atau wilayah kerja. Ketika ada orang yang membutuhkan uluran tangan, tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar ucapan belasungkawa dari jauh.

“Menolong sesama adalah panggilan hati. Semoga para korban segera mendapatkan penanganan medis terbaik dan lekas pulih sepenuhnya,” ujar Gusril singkat namun sarat makna, meninggalkan kesan mendalam tentang sosok pemimpin yang dekat dan hadir nyata di tengah masyarakat.

(Okawa)

Demi Kemajuan Daerah, Bupati Kaur Perintahkan Penertiban Hewan Ternak Tanpa Kompromi

Kaur, Bengkulu || KontakPublik.com – Pemerintah Kabupaten Kaur mengambil sikap tegas dan tanpa tawar-menawar untuk menertibkan hewan ternak yang berkeliaran bebas di jalan raya maupun kawasan pemukiman. Kebijakan ini disusun merespons aspirasi luas masyarakat dan telah dikukuhkan melalui Peraturan Daerah guna menjamin keselamatan umum serta mendorong kemajuan daerah, sebagaimana diungkapkan pada Sabtu (4/7/2026).

Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., memberikan perintah mutlak agar seluruh perangkat daerah menindak tegas pemilik ternak yang membiarkan hewan peliharaannya lepas tanpa pengawasan. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mengabaikan aturan, mengingat hewan yang berkeliaran terbukti membahayakan keselamatan lalu lintas, merusak lahan pertanian, serta mengganggu kenyamanan dan ketenangan lingkungan warga.

“Jangan pernah menganggap remeh masalah ini. Hewan ternak yang lepas bukan sekadar pemandangan biasa, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan kita semua. Kami tidak akan berkompromi demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama,” tegas Bupati dengan nada berwibawa.

Aturan ini mewajibkan setiap pemilik hewan untuk mengandangkan atau mengawasi ternaknya secara ketat dan bertanggung jawab. Bagi mereka yang terbukti melanggar dan tetap membandel, pemerintah telah menyiapkan langkah penindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Kaur.

Ketika pemeliharaan ternak sudah berjalan tertib dan sesuai aturan, dampak positifnya akan segera dirasakan bersama. Lingkungan menjadi lebih bersih dan rapi, risiko kecelakaan serta kerusakan harta benda dapat ditekan hingga mendekati nol, dan ketenangan hidup warga pun terjamin sepenuhnya.

Bupati menegaskan tekad kuatnya: “Kaur harus segera bebas dari ternak yang berkeliaran sembarangan. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” Pernyataan ini menjadi bukti keseriusan mewujudkan wilayah yang tertib, aman, nyaman, dan layak dihuni bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Kaur mengajak seluruh warga bersatu mendukung penegakan aturan. Kepatuhan terhadap ketertiban adalah kunci utama untuk mewujudkan visi “Kaur Hebat” yang maju, aman, tertib, dan bermartabat bagi masa depan daerah.

(Okawa)

‎PANTAI LAGUNA SAMUDRA MERPAS JADI ANDALAN WISATA BAHARI UJUNG SELATAN KAUR

NASAL – Pantai Laguna Samudra yang terletak di ujung selatan Kabupaten Kaur, tepatnya Desa Merpas, Kecamatan Nasal, terus didorong menjadi destinasi wisata bahari andalan. Keindahan garis pantai dan nuansa alamnya yang masih alami membuat lokasi ini banyak dilirik wisatawan lokal maupun luar daerah.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur, Juli Sarti, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 5/6/2025. Ia menyebut Laguna Samudra merupakan salah satu potensi unggulan yang dikembangkan Pemkab Kaur untuk memperkuat sektor pariwisata.

‎“Kabupaten Kaur adalah kabupaten yang banyak memiliki tempat wisata yang indah. Salah satunya Pantai Laguna Samudra di Merpas, Nasal. Kami berharap keberadaannya menjadi pendongkrak PAD Kabupaten Kaur,” jelas Juli Sarti.

‎Nama “Laguna” muncul karena bentuk pantai yang menyerupai teluk tenang dengan air laut berwarna gradasi biru kehijauan. Kondisi ini cocok untuk aktivitas wisata santai seperti menikmati sunset, berswafoto, hingga berkemah bersama keluarga. Akses jalan menuju lokasi kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, meski masih memerlukan peningkatan di beberapa titik.

‎Dinas Pariwisata Kaur menyatakan akan memfokuskan pembenahan pada fasilitas dasar. Penyediaan area parkir, kamar bilas, dan tempat sampah menjadi prioritas agar wisatawan merasa nyaman dan lingkungan pantai tetap terjaga kebersihannya.

‎Masyarakat Desa Merpas juga dilibatkan dalam pengelolaan. Kelompok sadar wisata setempat mulai menata warung kecil, jasa perahu, dan homestay sederhana. Keterlibatan warga diharapkan menciptakan efek ekonomi langsung sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap destinasi.

‎Bagi wisatawan, perjalanan ke Laguna Samudra sekaligus menjadi pengalaman menjelajah ujung selatan Bengkulu. Sepanjang rute, pengunjung disuguhi pemandangan  pesisir yang masih asri. Suasana ini menjadi nilai tambah dibanding pantai-pantai ramai di perkotaan.

‎Dengan promosi berkelanjutan dan dukungan infrastruktur, Pemkab Kaur optimistis Pantai Laguna Samudra dapat naik kelas menjadi ikon wisata bahari. Juli Sarti menegaskan, pengembangan dilakukan bertahap agar keindahan alam tetap terjaga. “Wisata maju, lingkungan lestari, masyarakat sejahtera. Itu target kita,” tutupnya.

‎Penulis: 0ngah 021

KETUA PKK SE-KECAMATAN DI KABUPATEN KAUR RESMI DILANTIK, NY POPPY GUSRIL: “JADI PENGUAT DARI DESA

KAUR, – Ketua Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan se-Kabupaten Kaur resmi dilantik dalam acara yang digelar di Gedung Serba Guna Pemda Kabupaten Kaur, Rabu 3/6/2025. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kaur, Ny. Poppy Gusril, dan berlangsung dengan suasana meriah sekaligus hidmat.

Acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan dan pengambilan sumpah jabatan. Satu per satu ketua PKK kecamatan maju ke depan untuk dikukuhkan. Suasana haru terlihat ketika para peserta pelantikan didampingi keluarga dan pengurus PKK desa yang hadir memberi dukungan.

Ny. Poppy Gusril dalam sambutannya menegaskan peran strategis PKK kecamatan sebagai penghubung program kabupaten dengan masyarakat di desa. “Ibu-ibu PKK kecamatan adalah penguat dari desa. Program 10 Program Pokok PKK akan lebih mudah berjalan kalau digerakkan bersama dari tingkat paling bawah,” ujarnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penyegaran kepengurusan sekaligus penguatan komitmen. Para ketua PKK yang baru dilantik diharapkan mampu menggerakkan kegiatan pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan sesuai potensi masing-masing kecamatan.

Suasana humanis terasa saat sesi ramah tamah. Para ketua PKK berbagi cerita tentang kondisi wilayahnya, mulai dari program dapur sehat, posyandu aktif, hingga kelompok usaha rumahan. Ny. Poppy mendengarkan langsung dan memberi semangat agar setiap inisiatif kecil di desa bisa naik kelas.

Hadir pula jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Kaur, camat, serta unsur Forkopimcam. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata agar sinergi antara pemerintah kecamatan dan PKK berjalan selaras. Beberapa camat menyatakan siap memfasilitasi program kerja PKK di wilayahnya.

Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan. Suasana meriah muncul ketika para peserta menyanyikan lagu Mars PKK bersama. Banyak peserta mengaku termotivasi untuk segera menyusun program kerja 100 hari pertama.

Dengan kepengurusan baru yang resmi dikukuhkan, TP PKK se-Kabupaten Kaur optimistis dapat memperluas manfaat program hingga ke tingkat rumah tangga. Ny. Poppy menutup acara dengan pesan sederhana: “Kerja PKK itu kerja hati. Kalau niatnya untuk keluarga, pasti dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”

Penulis: 0ngah 021

Sinergi Lintas Daerah, Bupati Kaur Hadiri Peringatan HUT ke-146 Rejang Lebong

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Bupati Kaur, Gusril Pausi, menghadiri upacara peringatan Hari Jadi ke-146 Kabupaten Rejang Lebong yang berpusat di Kota Curup, Jumat (29/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kaur ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus komitmen dalam memperkuat hubungan bilateral antar-pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu.

Acara seremonial tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu serta sejumlah kepala daerah se-Provinsi Bengkulu. Kehadiran para tokoh penting ini dinilai sebagai simbol soliditas dan momentum mempererat kerja sama pembangunan berskala regional.

Dalam kesempatan tersebut, Gusril Pausi memberikan apresiasi tinggi atas capaian historis Kabupaten Rejang Lebong. Menurutnya, usia hampir satu setengah abad merupakan bukti ketangguhan masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengarungi dinamika pembangunan.

“Rentang waktu 146 tahun ini adalah rekam jejak perjuangan yang nyata. Ini merefleksikan bagaimana masyarakat Rejang Lebong merawat nilai budaya sekaligus konsisten bergerak menuju modernisasi daerah,” ujar Gusril di sela-sela kegiatan.

Gusril juga menggarisbawahi pentingnya semangat gotong royong yang menjadi motor penggerak pembangunan di Rejang Lebong. Karakteristik ini dinilai berhasil membawa daerah tersebut keluar dari berbagai tantangan ekonomi dan sosial.

Lebih lanjut, kunjungan kerja ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi informal antar-kepala daerah. Fokus utamanya adalah merumuskan kolaborasi strategis untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di tingkat provinsi.

“Kami berharap pencapaian Rejang Lebong mampu menginspirasi kabupaten lain di Bengkulu. Kuncinya ada pada persatuan dan koordinasi yang kuat agar asas manfaat pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat bawah,” tambahnya.

Melalui momentum hari jadi ini, Pemerintah Kabupaten Kaur berkomunikasi intensif untuk menjajaki peluang kerja sama baru, baik di sektor komoditas, pariwisata, maupun pelayanan publik, demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang inklusif.

Penulis: Pachroul Rozi

DINAS PERTANIAN KAUR TERIMA 12 UNIT MESIN TANAM PADI DARI KEMENTAN RI

KAUR, – Dinas Pertanian Kabupaten Kaur kembali menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan berupa 12 unit mesin tanam padi diserahkan untuk mendukung peningkatan produksi padi di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kaur, Dodi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 26/5/2025. Ia menyebut bantuan alsintan tersebut merupakan bagian dari program penguatan mekanisasi pertanian yang digulirkan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima 12 unit mesin tanam padi dari Kementan RI. Bantuan ini akan segera didistribusikan ke kelompok tani yang telah memenuhi kriteria,” ujar Dodi. Ia menambahkan, penggunaan mesin diharapkan dapat mengefisienkan waktu tanam dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Menurut Dodi, hadirnya mesin tanam padi sejalan dengan upaya pemerintah daerah menekan biaya produksi dan meningkatkan indeks pertanaman. “Dengan mekanisasi, petani bisa menanam lebih cepat dan serempak. Ini penting untuk mengejar target swasembada pangan di Kaur,” katanya.

Dinas Pertanian Kaur menyatakan akan melakukan pendampingan teknis agar alat dapat digunakan secara optimal. Pelatihan singkat bagi operator dan kelompok tani penerima juga akan digelar sebelum alat diserahkan sepenuhnya.

Penerimaan bantuan ini disambut baik oleh petani. Mereka berharap distribusi berjalan tepat sasaran dan perawatan alat mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Dengan tambahan alsintan, Kaur optimistis produksi padi pada musim tanam mendatang dapat meningkat secara signifikan.

Penulis: 0ngah 021

FESTIVAL GURITA MERIAHKAN HUT KAUR KE-23, “KAUR MENGGURITA, GURITA KAUR MENDUNIA.

BINTUHAN, – Lapangan Merdeka Bintuhan menjadi pusat kemeriahan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kaur yang ke-23. Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival Gurita sebagai ikon perayaan, dengan jargon _“Kaur Menggurita, Gurita Kaur Mendunia”_.

‎Festival ini dirancang bukan sekadar hiburan, melainkan ruang promosi potensi laut Kaur yang selama ini menjadi tumpuan nelayan pesisir. Gurita, yang dikenal sebagai komoditas unggulan, akan diangkat menjadi daya tarik wisata kuliner dan budaya. Pengunjung dapat melihat langsung proses pengolahan, mencicipi aneka olahan, hingga membeli produk UMKM lokal.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kaur,  Juli sarty menyebut festival ini sebagai strategi memperkenalkan Kaur ke luar daerah. “Kami ingin ketika orang mendengar Kaur, yang terlintas adalah guritanya. Ini identitas yang bisa kita banggakan dan pasarkan ke Nusantara,” ujarnya saat di komfirmasi di lapangan Merdeka Bintuhan, Kamis 23/5/2026.

‎Suasana humanis terasa sejak persiapan. Puluhan ibu-ibu kelompok pengolah ikan terlihat sibuk menyiapkan stan kuliner sambal langat gurita, kerupuk gurita, hingga abon. Bagi mereka, festival ini bukan hanya ajang jualan, tetapi juga kebanggaan membawa nama kampung halaman ke panggung yang lebih besar.

‎Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran para pemimpin dari kabupaten tetangga. Keikutsertaan mereka diharapkan memperkuat silaturahmi antar-daerah sekaligus membuka peluang kerja sama promosi wisata lintas wilayah di Bengkulu.

‎Di panggung utama, pertunjukan seni tradisional dan lomba masak gurita  menjadi daya tarik pengunjung. Anak-anak muda Kaur juga dilibatkan dalam bazar kreatif dan pameran foto laut, memberi warna baru pada perayaan yang sebelumnya lebih bersifat seremonial.

‎Bagi wisatawan, Festival Gurita menjadi alasan baru untuk datang ke Kaur. Pantai-pantai indah di pesisir selatan Bengkulu kini punya “cerita rasa” yang bisa dibawa pulang. Dinas Pariwisata berharap momentum ini menjadi pintu masuk paket wisata bahari yang berkelanjutan.

‎Di usia ke-23, Kaur memilih merayakan kemajuannya dengan mengangkat potensi lokal yang membumi. Lewat gurita, Kaur tidak hanya ingin dikenal di tingkat daerah, tetapi juga menggurita hingga mendunia.

‎Penulis: 0ngah:021