Cegah Stunting Sejak Dini, Pemdes Jembatan Dua Gelar Musyawarah Rembuk Stunting

KAUR SELATAN, KP – Pemerintah Desa Jembatan Dua, Kecamatan Kaur Selatan, menggelar Musyawarah Rembuk Stunting sebagai upaya serius pencegahan stunting di tingkat desa. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (12/10/2026) bertempat di Aula Kantor Desa Jembatan Dua.

Musyawarah tersebut dihadiri lengkap oleh segenap unsur pemerintahan desa, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kader Posyandu, kader Posbindu, serta didampingi langsung oleh pendamping desa. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan keseriusan desa dalam menangani isu stunting.

Kepala Desa Jembatan Dua Asep rianto menegaskan bahwa rembuk stunting ini merupakan langkah wajib untuk menyatukan data dan program. Menurutnya, stunting bukan hanya urusan kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen desa untuk menyelamatkan generasi penerus.

“Melalui rembuk stunting ini kita ingin mengetahui kondisi riil balita dan ibu hamil di desa kita. Jangan sampai ada anak di Jembatan Dua yang mengalami stunting karena kurangnya perhatian dan asupan gizi,” tegas Kades.

Dalam musyawarah, kader Posyandu memaparkan data hasil penimbangan dan pengukuran balita, termasuk temuan balita yang berisiko stunting. Selanjutnya, dibahas strategi intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan bergizi, edukasi pola asuh, hingga peningkatan sanitasi lingkungan.

Pendamping desa yang hadir turut memberikan arahan terkait pemanfaatan Dana Desa untuk program penanganan stunting yang tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya konvergensi program, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, hingga pembangunan jamban sehat.

Para kader Posyandu dan Posbindu yang hadir menyatakan kesiapannya untuk terus aktif melakukan pendampingan door to door kepada ibu hamil dan balita. Mereka berharap dukungan penuh dari pemerintah desa agar program pencegahan berjalan berkelanjutan.

Dengan digelarnya Rembuk Stunting ini, Pemdes Jembatan Dua berkomitmen menjadikan desa bebas stunting. Pemerintah desa berharap sinergi antara perangkat, BPD, kader, dan masyarakat mampu mewujudkan anak-anak Desa Jembatan Dua yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Penulis: 0ngah 021

Fokus pada Program Tertunda dan Stunting, Pemdes Suka Raja Sukses Gelar Musdes RKPDes 2026

TETAP, KP – Pemerintah Desa (Pemdes) Suka Raja, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur resmi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) guna menentukan arah pembangunan desa. Dalam musyawarah tersebut, disepakati bahwa pemdes akan memprioritaskan penyelesaian program Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025 yang belum terealisasi, disamping program strategis nasional lainnya.

Pertemuan penting yang berpusat di Kantor Desa Suka Raja ini berlangsung pada Jumat, 4 September 2026. Berdasarkan hasil mufakat bersama warga dan tokoh masyarakat, ada beberapa poin krusial yang akan dikebut pelaksanaannya, meliputi pembangunan infrastruktur fisik berupa panggung desa, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga program intensif pencegahan stunting.

Kepala Desa Suka Raja, Hendri, menyampaikan bahwa Musdes ini menjadi wadah transparansi agar program kerja yang sempat tertunda pada tahun lalu dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami berkomitmen menyelesaikan agenda APBDes 2025 yang belum terakomodasi sepenuhnya. Selain infrastruktur seperti panggung desa, kami juga tetap fokus pada pemenuhan hak sasar masyarakat melalui BLT serta mendukung program nasional dalam menekan angka stunting,” ujar Hendri di sela-sela kegiatan.

Kegiatan Musdes ini dihadiri langsung oleh Camat Tetap, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala KUA Kecamatan Tetap, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Sinergi dari berbagai lintas sektor ini diharapkan mampu mengawal realisasi anggaran desa agar berjalan akuntabel dan tepat sasaran.

Pewarta: Kasim
Editor: (redaksi)

Dari Makan Kerupuk Hingga Tiup Gelas, Lomba HUT RI ke-81 di Desa Pasar Saoh Berlangsung Meriah

KAUR SELATAN, KONTAK PUBLIK.COM— Pemerintah Desa Pasar Saoh, Kecamatan Kaur Selatan, sukses menggelar tradisi tahunan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-81. Acara yang berlangsung pada Minggu (23/08/2026) ini berjalan meriah dan penuh kehangatan, mempertemukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat nasionalisme.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara. Kemeriahan sudah terasa sejak beberapa hari sebelumnya melalui persiapan gotong royong warga, mulai dari pembentukan panitia, pemasangan dekorasi merah-putih, hingga pengibaran umbul-umbul di sepanjang jalan desa.

Kepala Desa Pasar Saoh, Mulyadi, S.Pd.I, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan biasa. Perayaan ini menjadi fondasi penting untuk menjaga identitas bangsa dan merekatkan hubungan antarwarga.

“Sejak dulu, peringatan HUT RI selalu diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak TK, SD, SMP, hingga SMA. Dengan semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air yang kuat, momen ini sangat penting untuk memperkuat identitas nasional, mewarisi semangat juang 1945, serta mempererat tali persaudaraan kita,” ujar Mulyadi.

Kompetisi tahun ini menghadirkan perpaduan lomba tradisional dan permainan kreatif yang memicu gelak tawa sekaligus memupuk kekompakan.

Berikut adalah deretan perlombaan yang sukses menyemarakkan HUT ke-81 RI di Desa Pasar Saoh:

  • Tiup Gelas: Menguji konsentrasi dan teknik pernapasan peserta.
  • Makan Biskuit dari Dahi: Aksi menggelikan para peserta menggerakkan otot wajah.
  • Makan Kerupuk: Lomba legendaris yang wajib ada di setiap perayaan kemerdekaan.
  • Balap Kelereng Menggunakan Sendok: Menuntut keseimbangan ekstra dan ketenangan.
  • Estafet Cup Pakai Pipet: Kerja sama tim yang membutuhkan kehati-hatian tinggi.
  • Memasukkan Paku ke Dalam Botol: Menguji fokus dan ketepatan insting peserta.
  • Joget Berebut Kursi: Rebutan takhta kursi yang diiringi musik dan tarian seru.

Melalui rangkaian kegiatan ini, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, sportivitas, dan kerja keras berhasil dihidupkan kembali di tengah masyarakat Desa Pasar Saoh.

Pewarta: Ezi
Editor: [Redaksi)

Sambut HUT RI Ke-81, Pemdes Pasar Saoh Cairkan BLT-DD Tahap II untuk 4 KPM

KAUR SELATAN – Suasana khidmat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Pasar Saoh, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, terasa kian bermakna. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II Tahun Anggaran 2026, Jumat (14/08/2026).

Sebanyak 4 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersenyum sumringah menerima hak mereka sebesar Rp900.000 per kepala keluarga. Angka tersebut merupakan akumulasi pencairan untuk jatah tiga bulan sekaligus, yakni April, Mei, dan Juni 2026.

Prosesi pembagian bantuan dipusatkan di Sekretariat Desa Pasar Saoh. Agenda ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pasar Saoh, Mulyadi, S.Pd.I, dengan didampingi Ketua BPD Herlian Muslimin serta Camat Kaur Selatan, Joni Aprizal, S.T.

Turut menyaksikan jajaran perangkat desa, anggota BPD, pendamping desa, seluruh perwakilan KPM, dan para pekerja pers lokal.

Kepala Desa Pasar Saoh, Mulyadi, S.Pd.I, menegaskan bahwa penetapan kuota 4 KPM ini bukanlah penunjukan acak. Pemdes telah melalui serangkaian verifikasi ketat berbasis regulasi pemerintah untuk memastikan validitas data kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

“Penerima bantuan didominasi oleh warga lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, warga yang mengidap penyakit menahun, serta kaum ibu yang bertindak sebagai kepala keluarga tanpa sokongan bansos lain,” terang Mulyadi.

Ia mengimbau agar bantuan finansial ini digunakan secara bijak guna menopang taraf hidup keluarga. “Kami berharap uang ini dimanfaatkan sebaik mungkin demi mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari atau menjadi tambahan biaya berobat bagi warga yang sakit menahun,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Camat Kaur Selatan, Joni Aprizal, S.T., memberi apresiasi atas kelancaran penyaluran dana tersebut. Selain meminta warga hemat dalam membelanjakan uang bantuan, Joni juga mengingatkan tanggung jawab sosial masyarakat terkait kewajiban daerah.

“Saat ini pemerintah daerah sedang mengintensifkan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kami harap masyarakat bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk melunasi kewajiban tersebut,” pinta Camat.

Lebih lanjut, mengingat wilayah Kaur Selatan tengah dilanda musim kemarau panjang yang membuat vegetasi mengering, Joni mewanti-wanti masyarakat terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ia meminta warga mengindahkan instruksi dari pihak kepolisian demi keselamatan bersama. “Tolong jangan sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala dan stop membersihkan lahan perkebunan dengan cara dibakar. Larangan serta sanksi hukum dari Kapolda per 31 Juli lalu sudah sangat jelas bagi siapa saja yang nekat memicu kebakaran,” pungkas Joni tegas.

Hingga acara berakhir pada siang hari, pemantauan media di lapangan menunjukkan seluruh rangkaian penyaluran BLT-DD berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Reporter: Ahmad Rezian

DESA PASAR BARU LENGKAPI PENGINPUTAN IDM 2026, FOKUS DONGKRAK STATUS KEMANDIRIAN DESA

NASAL – Pemerintah Desa Pasar Baru, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, telah menyelesaikan penginputan data Indeks Desa Membangun IDM tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 05/08/2026 dan didampingi langsung oleh Tenaga Ahli Kabupaten Kaur.

IDM merupakan instrumen resmi dari Kementerian Desa untuk mengukur status perkembangan dan kemandirian desa. Data yang diinput mencakup tiga dimensi utama: ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi serta tata kelola pemerintahan desa.

Proses penginputan berlangsung di kantor desa sejak pagi. Seluruh perangkat desa bersama operator SID bergerak memverifikasi data mulai dari jumlah penduduk, infrastruktur, BUMDes, kesehatan, pendidikan, hingga kelembagaan masyarakat.

Tenaga Ahli Kabupaten Kaur yang hadir memberikan pendampingan teknis. Mulai dari memastikan kelengkapan dokumen, validasi data, hingga cara mengunggah ke aplikasi resmi Kemendesa. Tujuannya agar data yang masuk benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan.

Kepala Desa Pasar Baru, Edwrsyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan pendamping. Menurutnya, IDM bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi cerminan kemajuan desa.

“Kami selalu berusaha untuk yang terbaik di desa kita ini. Dengan data yang akurat, kami bisa melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu dibenahi untuk meningkatkan status desa,” jelas Edwrsyah di sela kesibukannya.

Edwrsyah menambahkan, hasil IDM akan menjadi dasar penyusunan RKPDes dan pengajuan program tahun 2027. Jika skor meningkat, Desa Pasar Baru berpeluang mendapat prioritas bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi.

Pemerintah desa menargetkan status Desa Pasar Baru naik dari kategori saat ini. Dengan semangat gotong royong dan data yang valid, diharapkan pada rilis IDM akhir tahun nanti Desa Pasar Baru bisa naik kelas dan semakin mandiri dalam membangun wilayahnya.

(Rozi)

GEDUNG SERBA GUNA GURU AGUNG II MANGKRAK, DANA DESA RP319 JUTA DIDUGA TAK BERMANFAAT

KAUR UTARA, KONTAK PUBLIK.COM – Gedung Serba Guna Desa Guru Agung Dua (II), Kecamatan Kaur Utara, yang dibangun menggunakan Dana Desa tahun anggaran 2019 senilai Rp319.713.100 hingga Juni 2026 diduga belum memberikan manfaat kepada warga. Bangunan tersebut terpantau sepi aktivitas sejak selesai dikerjakan.

Berdasarkan data alokasi Dana Desa 2019, anggaran Rp319.713.100 dialokasikan untuk pembangunan gedung serba guna. Fasilitas ini seharusnya menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan, pelatihan, dan pelayanan warga sesuai peruntukan Dana Desa.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan berdiri, namun tidak digunakan untuk kegiatan rutin desa. Peralatan dan sarana penunjang juga tidak terlihat berfungsi. Warga masih memanfaatkan balai dusun atau tempat lain untuk musyawarah dan kegiatan sosial.

Seorang tokoh masyarakat setempat yang namanya enggan dipublikasikan menyampaikan keprihatinannya. “Sejak dibangun sampai sekarang gedung itu tidak pernah dipakai. Sayang sekali dana ratusan juta dari Dana Desa 2019 tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Minimnya pemanfaatan memunculkan pertanyaan publik terkait perencanaan, serah terima aset, dan pengelolaan pasca pembangunan. Dana Desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan dasar desa, sehingga fungsi bangunan menjadi indikator utama keberhasilan.

Pemerintah desa diharapkan segera mengevaluasi kondisi gedung dan kendala yang menyebabkan tidak berfungsinya fasilitas tersebut. Langkah audit fisik, identifikasi kebutuhan warga, serta rencana pengoperasian menjadi penting agar aset tidak terbengkalai.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kaur memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan Dana Desa. Publik menunggu penjelasan resmi terkait status aset, berita acara serah terima, serta langkah tindak lanjut agar investasi Rp319 juta itu tidak menjadi beban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Guru Agung 2 maupun pihak kecamatan terkait jadwal pemanfaatan gedung. Warga berharap ada kepastian dan keterbukaan informasi sehingga bangunan dapat segera difungsikan sesuai tujuan awalnya.

(Ongah)

DIDUKUNG DANA DESA, POSYANDU DESA PENYANDINGAN BERJALAN LANCAR, BUMIL, BALITA DAN LANSIA ANTUSIAS

KAUR TENGAH – Kehadiran Dana Desa memberikan dampak nyata bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Hal itu terlihat dari lancarnya kegiatan Posyandu di Desa Penyandingan, Kecamatan Kaur Tengah, yang rutin digelar untuk memantau kesehatan warga dari berbagai kelompok usia.

Kegiatan Posyandu kali ini dilaksanakan pada Selasa, 15 April 2026, bertempat di Balai Serba Guna Desa Penyandingan. Kegiatan tersebut dihadiri puluhan warga yang terdiri dari ibu hamil (bumil), balita, dan lansia yang dengan antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan kesehatan.

Pantauan di lapangan, para kader Posyandu bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat tampak sigap melayani masyarakat. Mulai dari penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah bagi lansia, hingga pemberian vitamin dan makanan tambahan bergizi.

Kepala Desa Penyandingan, Sopian, saat dibincangi di sela-sela kesibukannya menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu merupakan program prioritas desanya di bidang kesehatan. Dana Desa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung operasional dan kebutuhan Posyandu.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mengetahui perkembangan kesehatan masyarakat, khususnya bumil, balita, dan lansia. Dengan Dana Desa, semua kebutuhan Posyandu bisa terpenuhi sehingga berjalan lancar,” ujar Sopian.

Menurutnya, Posyandu bukan sekadar kegiatan timbang-menimbang, melainkan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting dan deteksi dini masalah kesehatan di desa. Pemerintah desa berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu.

Warga Desa Penyandingan menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa sangat terbantu karena bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tanpa harus jauh-jauh ke Puskesmas. Kehadiran Posyandu yang aktif juga membuat kesadaran warga akan pentingnya kesehatan semakin meningkat.

Dengan dukungan penuh dari Dana Desa dan partisipasi aktif masyarakat, Posyandu Desa Penyandingan diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Kaur dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera sejak dari tingkat desa.

Penulis: 0ngah 021

Tatap Masa Depan 2026, Desa Suka Jaya Sepakati 7 Program Prioritas Lewat Musrenbangdes

NASAL, KONTAK PUBLIK.COM – Pemerintah Desa Suka Jaya, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) guna menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026. Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Suka Jaya pada Selasa (27/01/2026) ini menjadi tonggak penting dalam menentukan arah pembangunan desa satu tahun ke depan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Lokal Desa (PLD), serta Bhabinkamtibmas. Tak hanya unsur formal, Musrenbangdes kali ini juga melibatkan partisipasi aktif tokoh masyarakat, tokoh agama, adat, perwakilan perempuan, kader kesehatan, pengurus organisasi masyarakat, hingga perwakilan warga dari seluruh dusun.

Kepala Desa Suka Jaya, Muchlisin, menegaskan bahwa seluruh program yang termuat dalam RKPDes 2026 merupakan buah pemikiran dan aspirasi murni dari warga. Melalui diskusi yang dinamis dan partisipatif, forum secara mufakat menetapkan tujuh program prioritas, yakni:

Optimalisasi Pemerintahan Desa: Penguatan administrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Infrastruktur Strategis: Fokus pada pembangunan jalan lingkungan dan jalan usaha tani (JUT) guna memperlancar distribusi hasil bumi.

Aksi Pencegahan Stunting: Pemberian insentif kader kesehatan serta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, lansia, dan ibu menyusui.

Apresiasi Tenaga Pendukung: Penyaluran insentif bagi pengurus masjid, guru ngaji, guru PAUD, serta berbagai lembaga desa seperti KPM, KTD, BMA, hingga operator Prodeskel.

Pemberdayaan & Kapasitas: Pelatihan mitigasi bencana, pembinaan Linmas/Wasbang, serta penguatan administrasi desa.

Ketahanan Pangan: Pengembangan program ternak kambing sebagai sumber pangan hewani sekaligus penggerak ekonomi warga.

Jaring Pengaman Sosial: Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk penanganan kemiskinan ekstrem.

“Kami berkomitmen penuh menjalankan setiap poin kesepakatan ini dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Tujuan utamanya jelas, yakni memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan Desa Suka Jaya dan kesejahteraan seluruh warga,” ujar Muchlisin di sela-sela kegiatan.

Apresiasi pun datang dari warga yang hadir. Pelaksanaan Musrenbangdes dinilai sangat inklusif karena memberikan ruang bagi masyarakat lapisan bawah untuk bersuara. Warga berharap, rencana yang telah disusun dengan matang ini dapat terealisasi secara nyata pada tahun 2026 mendatang.

Pewarta: Roni Afrizal

Pemda Kaur Gercep Bantu Pasien Miskin, Chisi Olivia Dapat Bantuan dari Baznas

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Pasien Chisi Olivia binti Burnawan, yang terbaring di RSUD Kaur, akhirnya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kaur melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bantuan ini merupakan hasil dari upaya Pemda Kaur yang cepat dan tanggap dalam membantu keluarga miskin yang membutuhkan uluran tangan.

Kepala Desa Pasar Baru, Kecamatan Nasal, Edwarsyah, menyampaikan terima kasih kepada Pemda Kaur yang telah membantu kesusahan yang dialami oleh warga desanya. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Kaur yang telah membantu Chisi Olivia. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan membantu kesembuhan anak kami,” katanya saat di bincangi di sela kesibukannya dalam pengurusan kartu keluarga /adminstrasi yang di butuhkan pasien hari ini Senin 12/01/2026.

Edwarsyah juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media online yang telah menyebarluaskan informasi tentang kondisi Chisi Olivia, sehingga Pemda Kaur dapat segera mengambil tindakan. “Terima kasih kepada media online yang telah membantu menyebarluaskan informasi ini, sehingga Pemda Kaur dapat segera membantu,” tambahnya.

Pemda Kaur melalui Baznas telah menyalurkan bantuan kepada keluarga Chisi Olivia, yang saat ini masih dirawat di RSUD Kaur. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dan membantu kesembuhan Chisi Olivia.

Kasihan melihat kondisi Chisi Olivia, yang hanya berusia 6 tahun, namun harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Semoga dengan bantuan ini, Chisi Olivia dapat segera pulih dan kembali ke rumah dengan sehat.

Pemda Kaur terus berkomitmen untuk membantu masyarakat miskin dan membutuhkan, dan akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaur.

Penulis 0ngah R021

Desa Ulak Pandan Mulai Panen Ayam Petelor, Ketahanan Pangan Berhasil

NASAL, KONTAK PUBLIK.COM – Program ketahanan pangan desa Ulak Pandan, Kecamatan Nasal, mulai menunjukkan hasil. Desa ini telah berhasil membudidayakan ayam petelor dan saat ini sudah mulai berproduksi. Kepala Desa Ulak Pandan, A Razied, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini dikelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

Ahmad Zainuddin, Ketua TPK, menyatakan bahwa desa Ulak Pandan telah menunjukkan hasil yang positif, meskipun belum seratus persen ayam petelor telah berproduksi. “Saat ini, kami masih dalam proses pengembangan, tapi semakin hari semakin bertambah,” katanya.

TPK desa Ulak Pandan terdiri dari Ahmad Zainuddin sebagai Ketua, Gozali sebagai Wakil Ketua, Mismulyadi sebagai Sekretaris, Nelly Maryana sebagai Bendahara, dan Adi Nopendi serta Buyung Baswan sebagai Anggota.

Program ketahanan pangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Ulak Pandan dan sekitarnya. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat memiliki akses ke makanan yang bergizi dan sehat.

A Razied, Kepala Desa Ulak Pandan, berharap bahwa program ketahanan pangan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami akan terus mendukung dan memantau program ini agar dapat memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Dengan keberhasilan program ketahanan pangan di desa Ulak Pandan, diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Nasal untuk mengembangkan program serupa.

Penulis : Ongah R021