Dipinjam Kades Rp 20 Juta, Uang TPK Raib — Saat Ditagih BPD Malah Dapat Jawaban Ketus, Inspektorat: Kades Wajib Kembalikan!

KAUR,  – Dugaan penyalahgunaan dana Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kembali mencuat di Kabupaten Kaur. Seorang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Kaur Tengah diduga meminjam uang TPK sebesar Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) untuk kepentingan pribadi.
‎
‎Ironisnya, saat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menagih agar uang tersebut dikembalikan ke kas kegiatan, jawaban yang didapat justru tidak mengenakkan dan terkesan menghindar.
‎
‎”Kami tagih baik-baik uang TPK itu karena itu uang kegiatan, bukan uang pribadi. Tapi jawaban kades justru tidak mengenakkan, seolah kami yang salah,” ujar salah satu anggota BPD kepada KontakPublik.com, Selasa (28/10/2026).
‎
‎Menurut BPD, uang TPK tersebut seharusnya digunakan untuk operasional pelaksanaan pembangunan di desa. Namun sejak dipinjam oleh Kades, kegiatan TPK menjadi terganggu dan laporan pertanggungjawaban menjadi tidak jelas.
‎
‎Inspektorat Kaur Angkat Bicara
‎
‎Menanggapi hal tersebut, pihak Inspektorat Kabupaten Kaur memberikan tanggapan tegas.
‎
‎Inspektorat menyatakan, jika benar uang TPK dipinjam oleh Kades, maka tindakan tersebut tidak dibenarkan secara aturan.
‎
‎”Jika memang benar uang TPK dipinjam Kades sebesar Rp 20 Juta, maka Kades harus segera mengembalikan. Uang TPK bukan milik Kades, itu uang negara untuk kegiatan,” tegas pihak Inspektorat Kaur saat dikonfirmasi KontakPublik.com.
‎
‎Lebih lanjut, Inspektorat memberikan petunjuk resmi bagi BPD untuk menindaklanjuti kasus ini.
‎
‎”Jika Kades menolak mengembalikan, maka BPD harus bersurat resmi ke Inspektorat, sertakan bukti kuitansinya atau bukti transfer dan kronologinya. Pasti akan kami tindak lanjuti dan periksa,” tambah Inspektorat.
‎
‎BPD Diminta Jangan Takut Bersurat
‎
‎Langkah bersurat ke Inspektorat dinilai sebagai jalur resmi agar kasus ini tidak berlarut-larut. BPD sebagai fungsi pengawasan di desa memiliki hak penuh untuk melaporkan dugaan penyimpangan dana desa.
‎
‎”Jangan takut. Itu tugas BPD mengawasi. Kalau ada kuitansi peminjaman, foto, atau rekaman pembicaraan, lampirkan semua di surat,” tutup Inspektorat.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, Kades yang bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi. Media ini masih berupaya meminta hak jawab dari Kades terkait.
‎
‎KontakPublik.com akan terus mengawal kasus ini hingga uang TPK Rp 20 Juta tersebut kembali ke kas desa.

Penulis: 0ngah 021

MISTERI OKTOBER KELAM DI SMA 10 PENTAGON: LIBUR SEBULAN, KELOLAAN RATUSAN JUTA MENGUAP KE MANA?

KAUR, KP – Sektor pendidikan di Kabupaten Kaur mendadak diguncang kabar miring. Fokus utama bukan lagi sekadar mandeknya kegiatan belajar mengajar (KBM), melainkan tanda tanya besar mengenai akuntabilitas pengelolaan anggaran. Sekolah Menengah Atas (SMA) 10 Pentagon dilaporkan mengambil kebijakan ekstrem: meliburkan seluruh aktivitas sekolah secara total selama satu bulan penuh sepanjang Oktober 2026.

Kebijakan merumahkan seluruh siswa ini memicu riak di tengah masyarakat. Ketika lonceng sekolah berhenti berbunyi dan ruang kelas dibiarkan kosong, arus dana publik dan pungutan orang tua siswa justru diduga tetap mengalir deras. Publik kini mendesak transparansi atas pengelolaan dana fantastis yang dikelola oleh pihak sekolah.

Bedah Estimasi Anggaran: Ke Mana Larinya Uang Rakyat?

Jika kalkulasi operasional dibongkar secara kasar, SMA 10 Pentagon mengelola dana yang terbilang masif. Pengosongan aktivitas sekolah selama sebulan penuh secara logis memangkas biaya operasional belanja bulanan, mulai dari listrik, air, hingga logistik harian siswa. Namun, bagaimana dengan status anggarannya?

Berikut adalah empat sumber dana krusial yang kini berada di bawah sorotan publik:

Pungutan SPP dan Living Cost Mandek: Setiap siswa diwajibkan membayar Rp 1.380.000 per bulan. Jika diasumsikan sekolah memiliki basis 150 siswa, maka total dana yang terhimpun dari kantong orang tua mencapai Rp 207.000.000 (Dua Ratus Tujuh Juta Rupiah) per bulan. Angka kumulatifnya menembus Rp 2,48 Miliar per tahun. Pertanyaannya: Apakah di bulan Oktober saat siswa dirumahkan, dana ini tetap ditagih utuh?

Alokasi Anggaran APBD Provinsi: Sebagai institusi di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu, sekolah ini menerima kucuran dana bantuan operasional serta tunjangan sarana dan prasarana yang bersumber dari uang rakyat.

Dana BOS APBN: Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat tetap mengalir berbasis jumlah siswa per semester, terlepas dari aktif atau tidaknya KBM di ruang kelas.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Jatah anggaran program nasional untuk makan siang gratis siswa dipastikan menganggur selama minimal 20 hari kerja di bulan Oktober. Jika tidak ada piring makanan yang disajikan, ke mana dialokasikannya sisa anggaran tersebut?

Secara hukum, dana yang tetap dicairkan atau dipungut tanpa adanya realisasi aktivitas di lapangan berpotensi dikategorikan sebagai dana menganggur yang tidak dipertanggungjawabkan.

Pendidikan Bukan Ladang Pengerukan Keuntungan

Gaya tata kelola institusi yang menutup diri dari publik memicu kritik tajam. Lembaga pendidikan seharusnya menjadi episentrum moral, bukan tempat memanen keuntungan di atas hak-hak siswa yang telantar di rumah. Jika siswa diliburkan namun penarikan uang jalan terus, maka esensi pendidikan telah bergeser menjadi komoditas bisnis yang tidak sehat.

Publik Kaur saat ini memiliki hak penuh untuk menuntut tiga transparansi mendasar dari pihak pengelola dan Yayasan Pentagon:

Membuka secara gamblang Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) edisi Oktober 2026.

Memberikan bukti otentik pengembalian atau pemotongan kompensasi SPP kepada orang tua siswa.

Menyusun laporan pertanggungjawaban terbuka atas serapan Dana BOS dan MBG selama masa vakum.

Institusi penegak hukum tidak boleh tinggal diam. Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Inspektorat, hingga Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur didesak untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif secara menyeluruh. Pengawasan ketat diperlukan agar jargon mulia “revitalisasi pendidikan” tidak diselewengkan menjadi kedok bagi revitalisasi rekening oknum pengelola. Sekolah boleh saja libur, tetapi transparansi anggaran sama sekali tidak boleh diistirahatkan.

Catatan Redaksi:
Hingga berita opini ini diturunkan, pihak pengelola SMA 10 Kaur Pentagon maupun yayasan terkait belum dapat dihubungi. Tim redaksi masih terus melakukan penelusuran dan investigasi mendalam di lapangan. Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, pihak redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak sekolah guna memberikan hak jawab dan hak koreksi atas polemik ini.

Penulis: Pachroul Rozi, SH (0ngah 021)

Gebrakan di Lantai 2 Pemda Kaur! Wabup Abdul Hamid Rotasi Pejabat Eselon 2 dan 3: Ini Bukan Soal Jabatan, Ini Soal Pengabdian

KAUR, BENGKULU, KP – Gedung Pemda Kaur lantai 2 mendadak khidmat, Senin hari ini. Di ruangan itu, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I memimpin langsung prosesi pelantikan dan rotasi mutasi pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur.

Bukan sekadar seremonial. Rotasi kali ini menjadi sinyal kuat penyegaran birokrasi di era kepemimpinan Bupati Gusril Pausi dan Wabup Abdul Hamid.

Dengan suara tegas namun penuh kehangatan, Abdul Hamid menyampaikan pesan mendalam kepada para pejabat yang baru dilantik.

“Hari ini bapak ibu dilantik bukan untuk gagah-gagahan. Jabatan ini adalah amanah rakyat. Kalau kemarin kita bekerja baik, hari ini harus lebih baik. Rakyat Kaur menunggu kerja nyata kita, bukan sekadar duduk di kursi jabatan,” tegas Wabup Abdul Hamid.

Suasana haru dan bangga terlihat dari wajah para pejabat yang dilantik. Satu per satu mereka mengucapkan sumpah jabatan, berjanji untuk setia mengabdi kepada negara dan melayani masyarakat Kabupaten Kaur.

Wabup yang dikenal dekat dengan ulama dan masyarakat itu juga mengingatkan, mutasi adalah kebutuhan organisasi. Tujuannya satu, agar birokrasi tidak jalan di tempat.

“Jangan ada yang baper. Rotasi ini adalah vitamin. Agar mesin birokrasi Pemda Kaur ini lebih lincah, lebih cepat, dan lebih peka terhadap keluhan masyarakat. Saya ingin pejabat Kaur ini bekerja dengan hati,” tambahnya.

Ia menutup sambutannya dengan doa, agar para pejabat yang baru diberikan tanggung jawab baru ini mampu menjaga integritas, menjauhi praktik yang mencederai kepercayaan publik, dan fokus membangun Kaur yang Maju dan Sejahtera.

Pelantikan ini menjadi babak baru bagi Pemda Kaur untuk tancap gas mengejar target pembangunan di sisa tahun 2026.

Berikut Nama-Nama Pejabat Esolin II dan III:

Penulis: Ongah

2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, PGK Bengkulu: Sekolah Rakyat Adalah Harapan Baru Memutus Rantai Kemiskinan

BENGKULU, KP – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Bengkulu menggelar diskusi publik bertajuk _”2 Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto: Sekolah Rakyat dan Upaya Memutus Rantai Kemiskinan”_, Sabtu (24/10/2026) di Set Up Coffee Bengkulu.

Diskusi yang berlangsung hangat itu menghadirkan dua narasumber inspiratif: Dosen sekaligus Praktisi Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Elfahmi Lubis, S.H., dan aktivis PGK yang juga Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seluma, Hendri Satrio, M.I.Kom. Puluhan mahasiswa dari UNIB, UMB, UINFAS, dan berbagai kampus di Bengkulu tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Narasumber pertama, Dr. Elfahmi Lubis, membuka diskusi dengan harapan besar. Ia menyebut program Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo yang harus dikawal bersama agar benar-benar menyentuh seluruh pelosok Bengkulu.

“Saat ini di Bengkulu baru ada satu Sekolah Rakyat yang terbangun. Tentu harapan kita, program mulia ini bisa hadir di setiap kabupaten dan kota. Jangan sampai ada anak Bengkulu yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujar Elfahmi.

Dengan nada haru, Elfahmi berbagi kisah pribadinya. Ia mengaku berasal dari keluarga susah, namun pendidikan telah mengubah jalan hidupnya.

“Saya adalah bukti hidup bagaimana pendidikan bisa mengubah nasib. Orang tua saya dulu orang susah, tapi karena saya diberi kesempatan untuk sekolah, Alhamdulillah hidup saya jauh lebih baik. Karena itu saya titip, Sekolah Rakyat ini harus betul-betul untuk orang miskin. Anggarannya harus kita kawal bersama, jangan sampai dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Hendri Satrio menilai Sekolah Rakyat adalah wujud nyata dari Asta Cita Presiden Prabowo poin keempat, yakni membangun Sumber Daya Manusia yang unggul. Menurutnya, di era Prabowo akses pendidikan dibuka seluas-luasnya tanpa sekat.

“Sekolah Rakyat bisa menjadi jawaban konkret bagi saudara-saudara kita yang selama ini belum merasakan pendidikan yang layak. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden. Pemerintah daerah harus menyambut baik program ini, agar tidak ada lagi anak Bengkulu yang putus sekolah,” ungkap Hendri.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak diam, melainkan menjadi garda terdepan dalam mengawal hak rakyat untuk mendapatkan pendidikan.

“Sekolah Rakyat ini secara aturan memang diperuntukkan bagi kalangan miskin. Faktanya, selama ini tidak semua orang bisa sekolah dengan layak. Jadi kalau ada yang menolak program Sekolah Rakyat, sama saja dia tidak pro kepada rakyat miskin. Mahasiswa wajib kawal program ini, lihat anak-anak di sekeliling kita yang butuh uluran tangan,” tutupnya penuh semangat.

Diskusi ini menjadi pengingat bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan harapan baru untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

(**)

Polres Kaur Gelar Operasi Patuh Nala 2026, Kapolres Ajak Warga: Tertib di Jalan Itu Lindungi Keluarga di Rumah

KAUR, KP – Pagi itu, Senin (26/10/2026) pukul 08.00 WIB, suasana Lapangan Satya Haprabu Polres Kaur tampak berbeda. Polres Kaur menggelar Apel Gelar Pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Patuh Nala 2026. Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Kaur AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P.

Operasi tahun ini mengusung pesan yang humanis, _”Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”_ Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Tampak hadir memberikan dukungan, Wakil Bupati Kaur, Pabung 0408/BS, Asisten I Pemkab Kaur, perwakilan Kejari, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Satpol PP, serta para Pejabat Utama Polres Kaur. Kekompakan Forkopimda menjadi sinyal kuat, keselamatan di jalan adalah urusan kita bersama.

Apel dimulai dengan laporan komandan apel, pembacaan doa, dan penyematan pita tanda operasi oleh pimpinan apel. Setelah itu, Kapolres menyampaikan amanat yang tidak sekadar soal penindakan, tapi soal kemanusiaan.

“Melalui Operasi Patuh Nala ini, kami ingin mengajak, bukan sekadar menindak. Keselamatan di jalan raya bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita semua untuk keluarga yang menunggu di rumah,” ujar Kapolres dengan nada humanis.

Ia menjelaskan, operasi akan mengedepankan pendekatan yang simpatik dan edukatif. Porsinya adalah 20 persen preemtif berupa edukasi, 30 persen preventif berupa pencegahan, dan 50 persen penegakan hukum yang tetap dilakukan secara humanis dan profesional.

Sasaran operasinya pun adalah pelanggaran yang paling sering merenggut nyawa: berboncengan lebih dari satu orang, tidak memakai helm SNI, tidak memakai sabuk keselamatan, melawan arus, berkendara dalam pengaruh alkohol, dan kebut-kebutan melebihi batas kecepatan.

Polres Kaur tidak hanya akan berjaga di jalan. Petugas juga akan turun langsung ke sekolah, pangkalan ojek, terminal, dan komunitas warga untuk berbagi edukasi. Spanduk dan baliho keselamatan juga akan dipasang di titik-titik rawan kecelakaan sebagai pengingat.

Di akhir amanatnya, Kapolres berpesan dengan tulus kepada seluruh masyarakat Kaur untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya. Lengkapi surat kendaraan, pakai helm, pakai sabuk keselamatan. Bukan karena takut ditilang, tapi karena kita ingin selamat sampai tujuan.

“Harapan kami sederhana, semua warga Kaur bisa berangkat dengan selamat dan pulang dengan selamat. Mari kita wujudkan jalan di Kaur yang tertib, aman, dan berkeselamatan,” tutup Kapolres.

Operasi ini menjadi wujud komitmen Polres Kaur yang *GAGAH – Gerak Cepat, Adaptif, Gotong Royong, Aktif Melayani, dan Hindari Pelanggaran.*

Penulis: 0ngah 021

Perkuat Mutu Pendidikan, SD Negeri 80 Kaur Jadi Tuan Rumah Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal Pemanfaatan Dana BOS Kinerja Terbaik 2026

KAUR, KP – Komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kaur terus diperkuat. Kegiatan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam pemanfaatan Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 sukses dilaksanakan di SD Negeri 80 Kaur.

Kegiatan tersebut menjadi pusat perhatian karena SD Negeri 80 Kaur terpilih sebagai sekolah dengan pengelolaan Dana BOS Kinerja terbaik. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 5 sekolah lainnya di Kabupaten Kaur yang datang untuk belajar dan berbagi praktik baik.

Bertindak sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Sobti Darmi, yang dikenal memiliki kompetensi dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu dan pemanfaatan anggaran pendidikan secara transparan dan akuntabel.

Dalam paparannya, Sobti Darmi menjelaskan secara rinci bagaimana strategi SD Negeri 80 Kaur dalam mengelola Dana BOS Kinerja sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran, sarana prasarana, dan prestasi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur, Lisarmawan, M.Pd., yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi atas capaian SD Negeri 80 Kaur. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini harus menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh satuan pendidikan di Kaur.

“Kami bangga, SD 80 Kaur mampu menjadi yang terbaik dalam pemanfaatan Dana BOS Kinerja. Ini bukti bahwa jika dikelola dengan baik, transparan, dan berorientasi pada mutu, maka hasilnya akan luar biasa bagi kemajuan sekolah,” ujar Lisarmawan, M.Pd.

Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kaur akan terus mendorong seluruh sekolah untuk mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal secara konsisten. Dana BOS Kinerja, menurutnya, bukan sekadar bantuan anggaran, melainkan instrumen untuk mendorong sekolah berinovasi dan berprestasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan 5 sekolah yang hadir dapat mereplikasi praktik baik yang telah diterapkan di SD Negeri 80 Kaur, sehingga mutu pendidikan di Kabupaten Kaur secara merata dapat meningkat dan mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional

Penulis: 0ngah 021.

GASPOL KRYD, Polres Kaur dan Polsek Jajaran Sikat 149 Botol Miras dari Warung Hingga Tempat Hiburan

KAUR, KP – Komitmen Polres Kaur dalam memberantas penyakit masyarakat tidak main-main. Dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Polres Kaur bersama Polsek jajaran berhasil menyita sebanyak 149 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek di wilayah hukum Polres Kaur.

Ratusan botol miras tersebut disita dari hasil razia yang menyasar warung-warung kecil hingga tempat hiburan malam yang terindikasi menjadi lokasi peredaran miras ilegal yang kerap memicu gangguan Kamtibmas.

Langkah tegas ini merupakan upaya nyata Polres Kaur dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Peredaran miras dinilai menjadi pemicu utama terjadinya tindak kriminalitas, perkelahian antar warga, hingga gangguan ketertiban umum lainnya.

Berdasarkan data rekapitulasi resmi, dari total 149 botol yang diamankan, rinciannya adalah Polres Kaur 5 botol, Polsek Kaur Tengah 40 botol, Polsek Tanjung Kemuning 14 botol, Polsek Maje 47 botol, Polsek Padang Guci Hulu 5 botol, Polsek Kaur Utara 19 botol, dan Polsek Nasal 15 botol.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di sejumlah titik rawan. Selain melakukan penyitaan, petugas juga memberikan imbauan keras dan peringatan tegas kepada pemilik usaha agar tidak lagi memperjualbelikan miras yang bertentangan dengan ketentuan hukum.

Kapolres Kaur AKBP Wiwin Syamsul Aripin, S.I.K., M.A.P., menegaskan bahwa KRYD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen preventif Polri untuk mencegah potensi gangguan keamanan sebelum terjadi.

“Kegiatan KRYD ini akan terus kami laksanakan secara rutin dan berkelanjutan, serta ditingkatkan sesuai dengan perkembangan situasi Kamtibmas di Kabupaten Kaur. Sasarannya tidak hanya miras, tetapi semua potensi gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat,” tegas Kapolres.

Kapolres menambahkan, dengan KRYD yang masif dan berkelanjutan, diharapkan peredaran miras dapat ditekan seminimal mungkin dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya semakin meningkat. Ia juga meminta pemilik warung dan tempat hiburan untuk patuh terhadap hukum.

“Polres Kaur bersama seluruh Polsek jajaran akan terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli, pencegahan, dan penegakan hukum. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga Kabupaten Kaur agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.

Penulis: 0ngah 021

Subuh Keliling di Masjid Al-Muhtadin, Kapolres Kaur Gaungkan Perang Terhadap Narkoba dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

KAUR, KP– Guna mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kedekatan antara Polri dengan masyarakat, Kapolres Kaur AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P., bersama jajaran menggelar kegiatan Subuh Keliling (SULING) di Masjid Al-Muhtadin, Desa Sinar Pagi, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Sabtu (24/10/2026) dini hari.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 04.30 WIB tersebut dihadiri Wakapolres Kaur, para Pejabat Utama (PJU), para Perwira, personel Polres Kaur, serta jamaah dan masyarakat Desa Sinar Pagi. Pada kesempatan itu, Kapolres Kaur bertindak langsung sebagai Imam Salat Subuh berjamaah.

Usai pelaksanaan salat Subuh berjamaah, Kapolres Kaur menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Kapolres menjelaskan bahwa program Subuh Keliling merupakan salah satu langkah strategis untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat, membangun komunikasi dua arah secara langsung, serta menyerap aspirasi dan berbagai persoalan yang berkembang di tengah warga.

Dalam tausiyah kamtibmasnya, Kapolres Kaur menegaskan komitmen penuh Polres Kaur dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, minuman keras (Miras), serta segala bentuk praktik perjudian, baik konvensional maupun daring atau judi online.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak dan remaja, agar tidak terjerumus ke dalam lembah hitam penyalahgunaan Narkoba, Miras, maupun perjudian yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa.

“Peran keluarga sangatlah penting dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran Narkoba, penyalahgunaan Miras, dan perjudian. Apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu Kamtibmas, segera laporkan kepada pihak Kepolisian,” tegas Kapolres.

Selain itu, Kapolres turut mengingatkan masyarakat agar senantiasa tertib dalam berlalu lintas, mengutamakan keselamatan di jalan raya, serta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong karena dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban melalui sesi dialog dan tanya jawab bersama warga. Salah seorang warga bernama Anton menyampaikan pertanyaan terkait dinamika pergantian kepemimpinan Kapolres di Kabupaten Kaur. Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari regenerasi dan dinamika penugasan.

Melalui dialog terbuka tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta aspirasi secara langsung kepada Kapolres dan jajaran, yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan antara Polri dan masyarakat.

Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Polres Kaur berharap terjalin komunikasi yang semakin solid, meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Kaur. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Polres Kaur dalam mengimplementasikan semangat GAGAH, yakni Gerak Cepat, Adaptif, Gotong Royong, Aktif Melayani, dan Hindari Pelanggaran.

*Polres Kaur – Polisi Bersama Masyarakat.*

Penulis: 0ngah 021

‎HEBOH! TPK Bongkar Pinjaman Dana Ketahanan Pangan Rp20 Juta di Desa Kemang Manis, Kades Ngamuk Saat Ditagih BPD

KAUR TENGAH, KP  Skandal pengelolaan Dana Desa mencuat di Desa Kemang Manis, Kecamatan Kaur Tengah. Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ketahanan Pangan desa tersebut membongkar adanya pinjaman dana Ketahanan Pangan tahun anggaran 2025 sebesar Rp20 juta yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Kemang Manis sendiri.
‎
‎Fakta mengejutkan ini terungkap pada saat rapat di balai desa beberapa waktu yang lalu, TPK secara terang-terangan menyampaikan bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk program ketahanan pangan masyarakat itu justru dipinjam oleh pucuk pimpinan desa.
‎
‎Persoalan semakin memanas ketika Badan Permusyawaratan Desa (BPD) selaku lembaga pengawas keuangan desa mencoba menjalankan fungsinya. Saat Ketua BPD meminta keterangan resmi terkait kejelasan pengelolaan dan kapan dana tersebut akan dikembalikan, reaksi Kepala Desa di luar dugaan.
‎
‎Bukannya memberikan penjelasan transparan, Kepala Desa Kemang Manis justru bereaksi dengan nada emosi dan arogan. Dengan nada tinggi, ia melontarkan ucapan pedas “Bukan urusanmu” kepada Ketua BPD Desa Kemang Manis yang sedang menjalankan tugas pengawasan.
‎
‎Sikap anti-kritik dan tertutup yang ditunjukkan Kepala Desa tersebut semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan. “Dari peristiwa itu muncul dugaan kuat bahwa Kepala Desa enggan memberikan penjelasan serta tidak berniat mengembalikan dana pinjaman tersebut,” ujar Ketua BPD Roni Afrizal dengan tegas.
‎
‎Ketua BPD Roni Afrizal menegaskan tidak akan tinggal diam melihat sikap tersebut. Ia telah mengambil langkah cepat dengan mengoordinasikan dan melaporkan permasalahan dugaan penyalahgunaan Dana Ketahanan Pangan ini secara resmi ke pihak Inspektorat Kabupaten Kaur sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah.
‎
‎Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, pihak Inspektorat Kabupaten Kaur belum juga melakukan pemanggilan atau pemeriksaan terkait kasus yang berpotensi merugikan keuangan negara tersebut. Lambannya respons Inspektorat menjadi sorotan tajam publik.
‎
‎Kepala desa Kemang manis belum memberikan tanggapan tentang hal ini, sebab pihak media belum berhasil menemui ataupun menghubunginya melalui WhatsApp.
‎Masyarakat Desa Kemang Manis kini menanti ketegasan Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum. Jika terbukti dana Ketahanan Pangan yang notabene untuk kesejahteraan rakyat dipinjam untuk kepentingan pribadi dan tidak dikembalikan, maka hal itu sudah masuk dalam kategori dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
‎
‎Penulis: Ongah 021

Polres Kaur Grebek Sarang Narkoba di Padang Guci Hulu, 5 Orang Diamankan Termasuk Diduga Bandar

KAUR, KP – Tim gabungan Polres Kaur Polda Bengkulu tancap gas dalam pemberantasan narkoba. Dalam Operasi Sarang Narkoba (OSN) yang digelar pada Kamis (22/10/2026), polisi berhasil mengamankan lima orang yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika, satu diantaranya diduga kuat sebagai bandar.

Kelima terduga pelaku diketahui merupakan warga Kabupaten Kaur. Penggerebekan sarang narkoba tersebut dipusatkan di wilayah pedalaman, tepatnya di Desa Bungin Tambun III, Kecamatan Padang Guci Hulu, yang selama ini diduga menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba.

Operasi OSN kali ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kaur AKP Ahmad Khairuman, SE, http://M.Si., didampingi Kasat Narkoba AKP Nunuk Irawan, http://S.Ikom. Sebanyak 25 personel gabungan dari berbagai satuan dikerahkan untuk memastikan operasi berjalan aman dan maksimal.

Berdasarkan informasi di lapangan, operasi dilakukan secara tertutup dan terukur. Petugas melakukan penyisiran di lokasi yang sudah menjadi target penyelidikan selama beberapa waktu. Hasilnya, lima orang berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti saat sedang berada di lokasi.

Sumber di kepolisian membenarkan bahwa dari lima orang yang diamankan, satu orang diduga sebagai bandar yang menjadi pemasok barang haram tersebut di wilayah Kaur dan sekitarnya. Sementara empat orang lainnya diduga sebagai pengguna dan pengedar kecil.

Kelima terduga pelaku saat ini telah dibawa dan diamankan di Mapolres Kaur untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar serta barang bukti yang terkait dengan aktivitas mereka.

Kasat Narkoba AKP Nunuk Irawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Operasi Sarang Narkoba akan terus digencarkan secara rutin sebagai komitmen Polres Kaur dalam memerangi narkoba hingga ke akar-akarnya.

Polres Kaur juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kaur untuk berperan aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungannya. Pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak demi menyelamatkan generasi muda Kaur dari bahaya narkotika.

(021)