Pulihkan Ekosistem, Pemkab Kaur Kucurkan Rp254 Juta untuk Hijaukan DAS Tanjung Aur
KAUR, BT.M – Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tancap gas dalam upaya pemulihan ekosistem di wilayah kritis. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab resmi mengalokasikan dana sebesar Rp254,7 juta yang bersumber dari APBD untuk pengadaan bibit tanaman rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Langkah strategis ini difokuskan untuk menekan laju erosi sekaligus mengembalikan fungsi konservasi tanah dan air di Kabupaten Kaur. Proyek yang masuk dalam skema pengadaan E-Purchasing ini memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan keterlibatan pelaku usaha kecil.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kaur, Junaidi, mengonfirmasi bahwa salah satu lokasi prioritas penanaman berada di kawasan DAS Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje. Namun, untuk rincian teknis mengenai jumlah dan jenis bibit, pihaknya mengaku masih dalam tahap pematangan rencana.
“Rencananya akan tanam DAS di Desa Tanjung Aur Maje. Terkait jenis bibit apa, (kami) belum tahu pasti, masih dalam perencanaan oleh staf kantor,” ujar Junaidi melalui pesan singkat WhatsApp kepada wartawan, Minggu (01/02/2026).
Meskipun rincian jenis vegetasi masih difinalisasi, pengadaan ini dipastikan mencakup tanaman kayu-kayuan dan tanaman produktif atau Multi-Purpose Tree Species (MPTS). Selain bibit, anggaran tersebut juga mencakup penyediaan sarana pendukung seperti pupuk organik dan ajir (tanda batas tanam) untuk memastikan keberlangsungan hidup tanaman.
Secara teknis, proyek yang diumumkan sejak 9 Januari 2026 ini dijadwalkan memulai masa kontrak pada akhir Januari hingga Desember 2026. Pemilihan bibit nantinya akan disesuaikan dengan vegetasi asli setempat guna menjaga keseimbangan tata air di daerah tangkapan air.
Di sisi lain, masyarakat berharap program rehabilitasi ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Warga mendorong agar pemilihan tanaman produktif benar-benar tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi kelompok tani hutan tanpa mengesampingkan fungsi utama menjaga kelestarian sumber daya air di Bumi Se’ase Seijean.
(Red)

