FESTIVAL GURITA MERIAHKAN HUT KAUR KE-23, “KAUR MENGGURITA, GURITA KAUR MENDUNIA.

BINTUHAN, – Lapangan Merdeka Bintuhan menjadi pusat kemeriahan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kaur yang ke-23. Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival Gurita sebagai ikon perayaan, dengan jargon _“Kaur Menggurita, Gurita Kaur Mendunia”_.

‎Festival ini dirancang bukan sekadar hiburan, melainkan ruang promosi potensi laut Kaur yang selama ini menjadi tumpuan nelayan pesisir. Gurita, yang dikenal sebagai komoditas unggulan, akan diangkat menjadi daya tarik wisata kuliner dan budaya. Pengunjung dapat melihat langsung proses pengolahan, mencicipi aneka olahan, hingga membeli produk UMKM lokal.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kaur,  Juli sarty menyebut festival ini sebagai strategi memperkenalkan Kaur ke luar daerah. “Kami ingin ketika orang mendengar Kaur, yang terlintas adalah guritanya. Ini identitas yang bisa kita banggakan dan pasarkan ke Nusantara,” ujarnya saat di komfirmasi di lapangan Merdeka Bintuhan, Kamis 23/5/2026.

‎Suasana humanis terasa sejak persiapan. Puluhan ibu-ibu kelompok pengolah ikan terlihat sibuk menyiapkan stan kuliner sambal langat gurita, kerupuk gurita, hingga abon. Bagi mereka, festival ini bukan hanya ajang jualan, tetapi juga kebanggaan membawa nama kampung halaman ke panggung yang lebih besar.

‎Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran para pemimpin dari kabupaten tetangga. Keikutsertaan mereka diharapkan memperkuat silaturahmi antar-daerah sekaligus membuka peluang kerja sama promosi wisata lintas wilayah di Bengkulu.

‎Di panggung utama, pertunjukan seni tradisional dan lomba masak gurita  menjadi daya tarik pengunjung. Anak-anak muda Kaur juga dilibatkan dalam bazar kreatif dan pameran foto laut, memberi warna baru pada perayaan yang sebelumnya lebih bersifat seremonial.

‎Bagi wisatawan, Festival Gurita menjadi alasan baru untuk datang ke Kaur. Pantai-pantai indah di pesisir selatan Bengkulu kini punya “cerita rasa” yang bisa dibawa pulang. Dinas Pariwisata berharap momentum ini menjadi pintu masuk paket wisata bahari yang berkelanjutan.

‎Di usia ke-23, Kaur memilih merayakan kemajuannya dengan mengangkat potensi lokal yang membumi. Lewat gurita, Kaur tidak hanya ingin dikenal di tingkat daerah, tetapi juga menggurita hingga mendunia.

‎Penulis: 0ngah:021