‎WACANA PENGALIHAN DAPUR MBG KE SEKOLAH DINILAI TIDAK TEPAT

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Wacana pengalihan pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke pihak sekolah mendapat penolakan dari sejumlah kalangan masyarakat di Kabupaten Kaur. Mereka menilai langkah itu bukan solusi, melainkan justru menambah beban baru bagi dunia pendidikan.

‎Feri Karneda, aktivis di Kaur, menjadi salah satu suara yang paling vokal menolak. Menurutnya, memindahkan dapur MBG ke sekolah tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar dalam program tersebut.

‎“Kalau MBG tetap akan dilaksanakan, maka bukan tempatnya yang dipindahkan, tapi SDM-nya yang harus dirubah. Selama pengelolanya tidak berkompeten, di sekolah manapun hasilnya akan sama saja,” tegas Feri, Selasa 9 September 2026.

‎Feri menilai, sekolah saat ini sudah cukup disibukkan dengan tugas pokok mengajar dan administrasi kurikulum. Jika ditambah tanggung jawab mengelola dapur, dikhawatirkan situasi sekolah akan semakin runyam.

‎Beban tambahan itu, kata dia, bisa berdampak pada terganggunya proses belajar mengajar. Guru dan kepala sekolah bisa teralihkan fokusnya dari pendidikan ke urusan logistik, belanja bahan, hingga kebersihan dapur.

‎Selain itu, Feri menyoroti potensi masalah baru seperti transparansi anggaran dan pengawasan mutu gizi. Tanpa SDM yang memahami standar gizi dan tata kelola keuangan, rawan terjadi penyimpangan dan penurunan kualitas makanan anak.

‎Penulis: 0ngah 021