Pemdes Pasar Saoh Gelar Rembug Stunting Tahun 2026, Pencegahan dan Penanganan Stunting
KAUR SELATAN, KONTAK PUBLIK.COM – Dalam Rangka mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas dan Berprestasi Pemerintah Desa (Pemdes) Pasar Saoh Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu menggelar acara Penyuluhan Dan Pelatihan Bidang Kesehatan Rembug Stunting pencegahan dan Penanganan Stunting Tahun 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pasar Saoh Mulyadi, S.Pd.I. didampingi oleh Kanit Binmas Eka Yusnar. W, S.Ap & Pendamping Desa Popi Sumanti, SP Kegiatan berlangsung di Sekretariat Desa setempat. Kamis (10/09/2026)
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Narasumber dari Puskesmas Ibu Elmi Susanti dan Perwakilan dari BKKBN Ibu Aspariah, Seluruh Pemdes, Perwakilan Puskesmas Kaur Selatan, Pendamping Desa, Kader-Kader, PKK serta tamu undangan lainnya.
Kades Pasar Saoh Mulyadi, S.Pd.I mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Desa sesuai Dengan intruksi Pemerintah Pusat dalam menekan angka Stunting dan untuk mencari solusi tindakan yang tepat, guna menekan angka stunting terutama di Desa Pasar Saoh.
Pemerintah Desa Pasar Saoh siap untuk mensukseskan program Stop Stunting ini dan siap membantu memprioritaskan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat dan Kader Posyandu terkait pasilitas yang di butuhkan pada Tahun 2027 mendatang.
Rembuk stunting ini adalah evaluasi dari Kader secara terintegrasi guna mencapai hasil yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat Desa, agar anak-anak tidak terkena stunting dan saya berharap Kader selalu berdiskusi dengan Pemerintah Desa bila ada kelemahan yang di harapkan Ibu-Ibu Hamil dan apa saja kebutuhan untuk Tahun 2027 mendatang agar menjadi lebih Prioritas.
Ibu Elmi Susanti Selaku Narasumber dari Puskesmas Kaur Selatan menjelaskan Stunting itu merupakan gagal tumbuh anak balita yang gagal gizi Kronis yang mengakibatkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dibawah 2,5 kg, kerdil, tinggi badan tidak sesuai dengan usianya, daya tahan tubuh rendah juga sakit-sakitan, gangguan perkembangan kognitif sekolahnya rendah, daya tangkap belajar rendah. Gangguan metabolisme tubuh mudah kena penyakit,
Stunting ini dapat dicegah mulai dari 1000 hari pertama kehidupan (dalam Kandungan) sampai dengan umur balita 2 tahun, penyebab Stunting yaitu dari Asupan makanan, Pola asuh dan Pelayanan Kesehatan. Stunting ini akan terjadi terus menerus bila tidak diatasi.
Nara Sumber Perwakilan dari BKKBN Ibu Aspariah menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap Asap dan Abu Vulkanik, pakailah masker dan kacamata kalau bepergian, hindari keluar rumah bagi ibu hamil, lansia dan kaum rentan.
Pewarta ; Ahmad Rezian

