Babak Baru Pengabdian: 744 PPPK Paruh Waktu Kaur Resmi Teken Kontrak

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Sebanyak 744 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Kaur resmi menandatangani kontrak kerja di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kaur pada Rabu (24/12/2025). Momen ini menjadi tonggak sejarah baru bagi para tenaga honorer yang telah lama mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur.

Penandatanganan kontrak ini merupakan prosedur krusial sebelum mereka resmi mengemban tugas. Kontrak kerja tersebut berlaku untuk masa kerja satu tahun kedepan.

Suasana haru dan syukur menyelimuti prosesi tersebut. Salah seorang tenaga PPPK yang baru saja diangkat mengungkapkan rasa leganya setelah penantian panjang. Meski kontrak saat ini berdurasi satu tahun, ia menilai langkah ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah.

“Walaupun penantiannya panjang, rasa syukur tetap kami panjatkan. Meskipun status kontrak kami satu tahun, kami merasa pemerintah memberikan perhatian kepada kami yang sudah mengabdi 5 hingga belasan tahun dengan gaji yang selama ini sangat minim,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kaur melalui Kabid Mutasi dan Status Kepegawaian menyatakan bahwa pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat struktur birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran 744 PPPK Paruh Waktu ini akan berperan strategis dalam memacu kualitas pelayanan publik di berbagai lini di Kabupaten Kaur,” tegasnya.

Para pegawai ini nantinya akan disebar ke berbagai instansi pemerintah daerah, mulai dari sektor pendidikan di sekolah-sekolah, layanan kesehatan di Puskesmas, hingga dinas-dinas teknis lainnya.

Dengan selesainya proses administrasi ini, ratusan PPPK Paruh Waktu tersebut siap diterjunkan ke lapangan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kaur.

Penulis: 0ngah R021
Editor: (Iks]

Dinas Perikanan Kaur Pastikan Stok Ikan di BBI Nasal Tersedia, Pembelian 5 Ton Pakan Sesuai Prosedur

KAUR , KONTAK PUBLIK.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Kaur memberikan klarifikasi terkait isu pengadaan pakan ikan tanpa adanya objek budidaya di Balai Benih Ikan (BBI) Nasal. Pihak dinas menegaskan bahwa pengadaan 5 ton pakan tersebut diperuntukkan bagi ratusan indukan ikan yang saat ini ada di lokasi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kaur, Efrianto, melalui Kabid Budidaya, Rekian, menjelaskan bahwa sebanyak 167 zak pakan telah tiba di gudang sejak sepekan lalu. Pengadaan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025.

“Pakan ini khusus untuk indukan berbagai jenis ikan, mulai dari ikan mas, nila, hingga lele. Karena anggarannya baru tersedia di APBD Perubahan, maka realisasinya baru bisa dilaksanakan sekarang,” ujar Rekian saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (24/12/2025).

Rekian membantah keras pemberitaan sebelumnya yang menyebut Dinas Perikanan membeli pakan tanpa ada ikan di kolam BBI Nasal. Ia menjelaskan bahwa terjadi miskomunikasi terkait laporan ketersediaan ikan di lapangan.

“Informasi bahwa beli pakan tanpa ikan itu tidak benar. Di BBI Nasal saat ini ada indukan, bukan anakan. Kemarin sempat ada miskomunikasi terkait jawaban dari Kepala UPTD BBI Nasal, namun kami pastikan ikannya ada dan pakan ini sangat krusial untuk menjaga kualitas induk tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, pemeliharaan indukan yang intensif sangat penting untuk menjamin ketersediaan benih berkualitas bagi masyarakat pembudidaya di Kabupaten Kaur pada tahun mendatang. Nutrisi dari pakan tersebut akan menentukan kesehatan indukan dalam memproduksi benih.

Dinas Perikanan berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi masyarakat. Meski sempat mengalami keterlambatan distribusi akibat siklus anggaran, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan sektor budidaya perikanan.

“Pengadaan ini adalah bagian dari strategi kami untuk memacu produksi perikanan di tahun depan. Kami ingin memastikan BBI Nasal berfungsi optimal sebagai pusat pembenihan daerah,” pungkas Rekian.

Pewarta: Biman

Cegah Stunting dan Gizi Buruk, Pemdes Penyandingan Salurkan Susu untuk Lansia dan Anak-anak

KT, KONTAK PUBLIK.COM — Pemerintah Desa (Pemdes) Penyandingan, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, telah merealisasikan program prioritas penanganan stunting dan gizi buruk di wilayahnya. Program ini diwujudkan melalui pembagian paket susu untuk kalangan lanjut usia (lansia) dan anak-anak balita, yang dilaksanakan di Balai Desa setempat pada Sabtu, 15 November 2025.

Kepala Desa (Kades) Penyandingan Syopyan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah desa terhadap kesehatan warganya. Program ini diprioritaskan untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak di desanya yang mengalami gizi buruk, sekaligus menjaga kesehatan para lansia.

“Pembagian susu untuk lansia dan anak-anak ini merupakan perhatian pemdes karena prioritas, agar tidak ada lagi anak-anak yang kena gizi buruk, begitu juga lansia supaya sehat,” terang Syopian kepada wartawan.

Syopian menambahkan, jenis bantuan susu yang diberikan pun berbeda sesuai peruntukannya. “Bagi lansia diberikan Susu Anlene, sementara anak-anak balita diberikan Susu SGM,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari kelompok ibu lansia menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada pemerintah desa. Mereka mengapresiasi kepedulian pemdes terhadap kesehatan warga, khususnya kaum lansia dan anak-anak di Desa Penyandingan.

Pewarta: Biman

Cegah Korupsi Dana Desa, Inspektorat Kaur Minta Camat dan PMD Turun Tangan

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Kualitas tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Kaur tengah menjadi sorotan tajam. Inspektorat Daerah Kabupaten Kaur mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sebanyak 90 persen desa di wilayah tersebut belum memahami tata cara administrasi desa dengan baik dan benar.

Hal ini ditegaskan oleh Inspektur Inspektorat Kaur, Harika, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa (23/12/2025). Menurutnya, kondisi ini merupakan sinyal merah bagi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di tingkat desa.

“Berdasarkan hasil audit kami di lapangan, mayoritas desa belum memiliki buku administrasi yang lengkap. Padahal, administrasi yang tertib adalah kunci utama untuk mengelola sumber daya dan dana desa secara efektif,” ujar Harika kepada awak media.

Harika menyayangkan lemahnya pemahaman ini, mengingat fungsi pembinaan seharusnya berjalan optimal di tingkat kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak aparatur desa yang kebingungan dalam menyusun laporan dan pendokumentasian kegiatan.

Dampak dari ketidakpahaman ini, lanjut Harika, sangat fatal. Inspektorat mengaku kesulitan dalam melakukan pengawasan dan pemantauan penggunaan dana desa karena data pendukung yang sering kali tidak sinkron atau bahkan tidak tersedia.

“Kami mendesak agar pemerintah daerah, khususnya pihak kecamatan dan PMD, lebih intensif dalam memberikan pembinaan. Jangan sampai ketidaktahuan administrasi ini justru menjerumuskan kepala desa ke ranah hukum,” tegasnya.

Menyikapi temuan ini, Inspektorat Kaur berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan sekaligus memberikan pendampingan berkelanjutan. Harapannya, di tahun mendatang, tata kelola keuangan desa di Kaur dapat lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan akibat administrasi yang amburadul.

Penulis: Ongah R021
Editor: (Iksan]

Proyek Strategis Kampung Nelayan Merah Putih di Kaur Terancam Molor, Progres Baru 58 Persen

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, kini menjadi sorotan. Proyek strategis yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir tersebut terancam tidak tuntas tepat waktu.

Project Manager pembangunan, Maryandi, mengakui adanya keterlambatan tersebut. Hingga Senin (22/12/2025), realisasi fisik pengerjaan di lapangan baru menyentuh angka 58 persen.

“Progres fisik saat ini baru mencapai 58 persen. Pembangunan sudah berjalan beberapa bulan, namun memang belum mencapai target yang diharapkan,” ujar Maryandi melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (22/12).

Lambannya pengerjaan ini memicu kritik dari elemen masyarakat. Ketua Ormas Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI), Biman Iswandi, menyayangkan sisa waktu pengerjaan yang tinggal menghitung hari sementara beban kerja masih sangat besar.

“Berdasarkan papan informasi proyek, masa pengerjaan dimulai sejak 15 September 2025 dan harus berakhir pada 31 Desember 2025. Dengan sisa waktu kurang dari sepuluh hari, sangat mengkhawatirkan melihat progres yang belum mencapai 60 persen,” tegas Biman.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, telah mewanti-wanti pelaksana proyek saat meninjau lokasi pada November lalu. Ia menekankan agar aspek transparansi dan akuntabilitas tetap dijaga tanpa mengesampingkan ketepatan waktu pengerjaan.

Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan program andalan pemerintah untuk memodernisasi sektor perikanan di Kabupaten Kaur. Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas vital seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI), area pengolahan hasil laut, hingga sarana penunjang ekonomi lainnya.

Masyarakat kini berharap pihak pelaksana dapat melakukan percepatan agar fasilitas ini segera bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup nelayan di Desa Merpas dan sekitarnya.

Laporan: Ongah R021

Editor: Redaksi

Nahkodai NasDem Kaur 2025-2029, Rolan Zuhrian Resmi Dilantik: Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Kaur resmi memiliki nahkoda baru untuk masa bakti 2025-2029. Prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten Kaur ini berlangsung khidmat di Kantor DPD NasDem, Jalan Dua Jalur  Desa Sinar Pagi Kecamatan Kaur Selatan, Minggu (21/12/2025).

Dalam upacara tersebut, Hj. Erna Sari Dewi, SH., MH., selaku Ketua DPW NasDem Provinsi Bengkulu, melantik langsung jajaran pengurus inti DPD NasDem Kaur. Posisi Ketua resmi dijabat oleh Rolan Zuhrian, SH., didampingi Daruslan, SH., sebagai Sekretaris, dan Mardianto, SE., sebagai Bendahara.

Ketua DPW NasDem Bengkulu, Hj. Erna Sari Dewi, dalam pidato politiknya menegaskan pentingnya komitmen kader dalam menjaga kepercayaan publik. Ia menginstruksikan seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera tancap gas menjalankan mesin partai.

“Partai NasDem berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kami berharap pengurus baru ini dapat meningkatkan kinerja partai secara signifikan,” tegas Erna.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD NasDem Kaur yang baru dilantik, Rolan Zuhrian, SH., menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan positif bagi daerah. Ia menekankan bahwa soliditas dan integritas akan menjadi fondasi utama kepemimpinannya.

“Kami siap menjalankan tugas dengan baik. Fokus utama kami adalah menjadi wadah bagi aspirasi masyarakat Kaur dan memastikan partai ini hadir sebagai solusi bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Rolan optimis.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd., yang mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur. Dalam sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap eksistensi partai politik sebagai pilar demokrasi.

“Pemda Kaur siap mendukung kegiatan Partai NasDem. Kami berharap NasDem menjadi partai yang solid, berintegritas, serta mampu menjalankan fungsinya sebagai wadah penyaluran politik yang sehat bagi masyarakat,” tutur Wakil Bupati.

Acara yang juga dihadiri oleh perwakilan Kesbangpol dan pimpinan partai politik lintas sektoral di Kabupaten Kaur ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata. Dengan pengukuhan ini, NasDem Kaur secara resmi memulai langkah strategisnya dalam menghadapi dinamika politik di Bumi Se’ase Seijean untuk lima tahun ke depan.

Laporan: Ongah R021

‎Jambore Daerah Provinsi Bengkulu Sukses di Kaur

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Jambore Daerah (Jamda) Provinsi Bengkulu ke VII sukses digelar di Kabupaten Kaur. Mardianto, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kaur yang juga terlibat dalam kepanitiaan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Jamda yang diikuti oleh lebih kurang 1500 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu berlangsung dengan semangat yang tinggi, saat di wawancarai di sela kesibukannya pada akhir pagelaran tanggal 18/12/2025 di lapangan bumi perkemahan kaur, tepatnya di pantai pengubaian Pinang Tawar kabupaten Kaur.

‎”Meski dihadapkan dengan hujan dan angin badai, namun semua peserta tidak menyerah dan tetap semangat. Momen seperti inilah yang menjadikan Pramuka itu terlihat tangguh dan profesional,” kata Mardianto.

‎Jamda yang berlangsung selama beberapa hari itu dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Mereka mengikuti berbagai kegiatan, seperti upacara pembukaan, pentas seni, dan kegiatan kepramukaan lainnya.

‎Mardianto juga menyampaikan bahwa suksesnya Jamda ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kaur. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Kaur yang telah mendukung pelaksanaan Jamda ini,” ujarnya.

‎Dengan suksesnya Jamda ini, Mardianto berharap agar Pramuka di Kaur dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik. “Kami berharap Pramuka di Kaur dapat terus menjadi garda terdepan dalam membangun karakter dan kepribadian yang baik,” katanya.

‎Jamda Provinsi Bengkulu ke VII di Kaur telah berakhir dengan sukses, namun semangat dan jiwa Pramuka akan terus berkobar di hati para peserta.

‎Penulis Ongah R021

Pertanyakan Kasus “Mangkrak”, Gabungan Wartawan dan Ormas Desak Kejari Kaur Segera Gelar Audiensi

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Aliansi gabungan yang terdiri dari sejumlah jurnalis dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Kaur melayangkan desakan keras kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur. Mereka menuntut kepastian jadwal audiensi guna mempertanyakan kelanjutan penanganan sejumlah kasus besar yang diduga jalan di tempat atau mangkrak.

Koordinator Aliansi, Khairul Iksan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat permohonan audiensi resmi sejak sepekan lalu. Namun, hingga kini pihak Kejari Kaur belum memberikan jadwal pasti dengan alasan kepadatan agenda internal.

“Kami sudah menerima jawaban, tapi belum memuaskan karena belum ada kepastian waktu. Kami sangat berharap Kejari Kaur bisa meluangkan waktu untuk beraudiensi, sebab ada perkembangan kasus-kasus besar yang perlu diketahui publik,” ujar Khairul Iksan kepada awak media, Minggu (21/12/2025).

Kairul menegaskan bahwa gerakan ini didasari oleh semangat transparansi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, masyarakat Kaur memiliki hak konstitusional untuk memantau sejauh mana proses penegakan hukum berjalan di wilayah mereka.

“Masyarakat ingin melihat penegakan hukum yang transparan dan akuntabel. Kami akan terus menekan dan memantau hingga pihak Kejari bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan secara terbuka,” tegasnya.

Aliansi wartawan dan ormas ini berharap Kejari Kaur dapat menunjukkan sikap kooperatif dalam menjalin komunikasi dengan mitra kerja dan elemen masyarakat. Mereka berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga kasus-kasus yang menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat mendapatkan titik terang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Kaur belum memberikan pernyataan resmi terkait penentuan hari, tanggal, bulan atas desakan kepastian jadwal audiensi tersebut.

Penulis: Ongah R021
Editor: [Redaksi]

‎PWK Se-Jabodetabek Gelar Bhakti Sosial di Kaur, 7 Kegiatan Dilaksanakan.

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Persatuan Warga Kaur (PWK) Se-Jabodetabek menggelar bhakti sosial di Kabupaten Kaur, dengan 7 kegiatan yang dilaksanakan, termasuk santunan anak yatim, bantuan pelajar miskin, dan pembagian Alquran di seluruh mesjid yang ada di kabupaten Kaur, di laksanakan di aula gedung serba guna pemda Kaur pada hari Jumat 19/12/2025 yang di hadiri oleh wakil bupati Kaur,Abdul Hamid S.Pd. Asisten II ketua DPRD Kaur serta camat Kaur Selatan, Kaur tengah, Semidang Gumai, luas dan beberapa camat yang ada di kabupaten Kaur.

‎Wakil bupati Kaur, Abdul Hamid dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tentunya sangat positif dan bermanfaat bagi kita semua, tentu saja kegiatan kegiatan seperti ini atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan seperti ini dapat di ikuti oleh PWK pwk yang ada di daerah lain, mengingat warga Kaur sangat banyak yang berada di perantauan, bukan saja di Jabodetabek,tapi di kota kota besar lainnya,seperti Lampung, Palembang dan kota kota lainnya ujar Wabup.

‎Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum PWK Se-Jabodetabek, Laksamana Dr. Taufik Arief, ST, MM, dan para pengurus PWK lainnya. “Dengan kegiatan seperti ini, kita dapat menjaga silaturahmi dan tetap terhubung dengan kampung halaman, meskipun kita berada di perantauan,” kata Dr. Taufik Arief.

‎Dalam acara tersebut, PWK Se-Jabodetabek juga menyantuni anak yatim dan memberikan bantuan kepada pelajar miskin. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaur,” ujarnya.

‎Pembagian Alquran di seluruh mesjid yang ada di kabupaten Kaur juga merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan. “Kami berharap Alquran dapat menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Kaur,” kata Dr. Taufik Arief.

‎Kegiatan bhakti sosial PWK Se-Jabodetabek di Kaur berlangsung selama 2 hari, dan dihadiri oleh masyarakat Kaur yang sangat antusias. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini, karena dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaur,” kata salah satu warga.

‎PWK Se-Jabodetabek berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan bhakti sosial di Kaur, dan berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami akan terus berjuang untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kaur,” kata Dr. Taufik Arief.

‎Penulis: 0ngah R021

‎Bangunan Los Pasar Tradisional Desa Pasar Baru Hancur Diterjang Angin Badai

NASAL, KONTAK PUBLIK.COM — Bangunan los Pasar Tradisional Desa Pasar Baru, Kecamatan Nasal, hancur diterjang angin badai pada Kamis malam 18/12/2025. Pengurus dan pedagang sangat berharap pihak pemerintah dapat memperbaikinya secepatnya.

‎Pasar Tradisional Desa Pasar Baru adalah satu-satunya pasar tradisional yang beroperasi satu minggu sekali dan menjadi penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kecamatan Nasal. “Kami sangat berharap pemerintah dapat memperbaikinya secepatnya, karena pasar ini adalah sumber penghidupan kami,” kata Basri salah satu pedagang yang aktip berjualan di pasar ini.

‎Pengurus Pasar Tradisional Desa Pasar Baru, Bapak Hekki dianda alias Bahir, juga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki bangunan yang hancur. “Kami sudah melaporkan bahwa bangunan ini sudah tidak layak lagi ke pihak Disperindagkop Kaur sebelum kejadian ini, namun belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

‎Pasar Tradisional Desa Pasar Baru memiliki sekitar 50 los kecil dan lebih kurang ada 5 buah bangunan besar, semua sudah tidak layak digunakan oleh pedagang untuk berjualan. Setiap hari pasar, pedagang dapat menghasilkan pendapatan yang cukup besar, namun dengan bangunan yang hancur, mereka tidak dapat berjualan dengan nyaman.

‎Pihak Kecamatan Nasal juga pernah berjanji untuk membantu menyampaikan keluhan ini ke Pemda Kaur guna memperbaiki bangunan pasar, namun hingga saat ini belum ada kepastian. “Kami berharap pemerintah dapat memperbaikinya secepatnya, karena pasar ini sangat penting bagi masyarakat,” kata Hekki dianda alias Bahir.

‎Masyarakat Desa Pasar Baru berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi pasar tradisional mereka dan memberikan bantuan yang dibutuhkan. “Kami hanya ingin pasar kami dapat diperbaiki dan dapat digunakan kembali,” kata salah satu warga pasar baru, Media Daman yang memang tinggal di sekitaran pasar.

‎Penulis 0ngah R021.