KONTROVERSI LOMBA HARI SANTRI KEMENAG KAUR, PEMENANG PIDATO SD/MI DIDUGA BERGANTI SAAT PENGUMUMAN
KAUR, KP- Pelaksanaan lomba dalam rangka peringatan Hari Santri di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kaur menuai sorotan tajam. Panitia lomba dinilai tidak proporsional dan tidak profesional dalam melakukan penilaian peserta lomba pidato tingkat SD/MI, hingga menimbulkan kekecewaan bagi peserta dan wali murid.
Kejanggalan bermula pada cabang lomba pidato tingkat SD/MI. Informasi yang beredar di lapangan, dewan juri telah menetapkan pemenang lomba tersebut. Namun sangat disayangkan, pada saat hari pengumuman resmi yang digelar panitia, nama pemenang yang diumumkan berbeda dengan nama pemenang yang beredar sebelumnya.
Pergantian nama pemenang secara mendadak ini menimbulkan tanda tanya besar. Sejumlah wali murid dan pendamping peserta mempertanyakan transparansi dan objektivitas penilaian panitia. Mereka menilai panitia tidak konsisten dan terkesan tebang pilih dalam menentukan juara.
“Anak kami sudah diinformasikan menang, tapi saat pengumuman justru nama lain yang keluar. Kami butuh penjelasan yang transparan, apa dasar penilaiannya diubah. Ini lomba anak-anak SD, jangan diajarkan ketidakadilan,” keluh salah satu wali peserta yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, panitia lomba Hari Santri Kemenag Kaur belum memberikan klarifikasi resmi terkait kriteria penilaian dan alasan perubahan nama pemenang tersebut. Sikap bungkam panitia justru memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam proses penjurian.
Praktisi pendidikan menilai, kejadian ini sangat mencederai semangat Hari Santri itu sendiri. Lomba seharusnya menjadi ajang untuk menumbuhkan sportivitas, kejujuran, dan kepercayaan diri santri, bukan malah menimbulkan trauma dan ketidakpercayaan terhadap penyelenggara.
Masyarakat berharap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kaur segera turun tangan dan melakukan evaluasi total terhadap panitia lomba. Transparansi nilai dan berita acara penjurian harus dibuka ke publik agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Jika dugaan ketidakproporsionalan ini benar terjadi, maka panitia wajib meminta maaf secara terbuka dan memperbaiki sistem penilaian, demi menjaga marwah Hari Santri sebagai momentum untuk mencetak generasi santri yang jujur, adil, dan berakhlakul karimah.
Penulis: 0ngah 021
