PESERTA PKA KAUR BERKOMITMEN UBAH POLA KERJA BIROKRASI JADI PELAYANAN SOLUTIF DAN INOVATIF

KAUR, KP – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kabupaten Kaur menyatakan komitmen kuat untuk mentransformasikan pola kerja birokrasi. Dari yang selama ini hanya berorientasi pada rutinitas administratif, kini akan diubah menjadi pelayanan yang solutif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Komitmen tersebut lahir dari semangat perubahan yang ditanamkan selama mengikuti pelatihan di UPT Diklat BKPSDM Kota Lubuk Linggau. Para peserta menyadari bahwa tantangan birokrasi saat ini tidak lagi sekadar menyelesaikan berkas, tetapi bagaimana memberikan solusi cepat dan tepat atas kebutuhan publik.

Mewakili rekan-rekan peserta, Jasman Suardi yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kaur, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kaur. Ia menilai PKA ini merupakan investasi kompetensi yang sangat berharga bagi kemajuan daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran Pemkab Kaur atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengikuti pelatihan ini,” ujar Jasman Suardi dengan penuh haru.

Menurut Jasman, kepercayaan yang diberikan pimpinan daerah harus dibalas dengan kinerja nyata. Ilmu kepemimpinan, manajemen perubahan, dan inovasi pelayanan yang didapat selama diklat akan segera diimplementasikan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tempat mereka bertugas.

Ia menambahkan, seorang administrator dituntut tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga harus memiliki empati dan kepekaan humanis dalam melayani. Birokrasi yang hebat adalah birokrasi yang mampu mendengar keluhan warga dan menghadirkan kebijakan yang memanusiakan manusia.

Semangat humanis tersebut menjadi benang merah dari seluruh peserta PKA. Mereka sepakat bahwa reformasi birokrasi di Kabupaten Kaur harus dimulai dari diri sendiri, dengan mengubah mindset dari dilayani menjadi melayani, dari prosedural menjadi solutif.

Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin administrator di Kabupaten Kaur yang tidak hanya cerdas secara administrasi, tetapi juga berjiwa pemimpin yang inovatif, solutif, dan humanis demi mewujudkan Kaur yang maju dan pelayanan publik yang membanggakan.

Penulis: 0ngah 021

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemdes Jembatan Dua Gelar Musyawarah Rembuk Stunting

KAUR SELATAN, KP – Pemerintah Desa Jembatan Dua, Kecamatan Kaur Selatan, menggelar Musyawarah Rembuk Stunting sebagai upaya serius pencegahan stunting di tingkat desa. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (12/10/2026) bertempat di Aula Kantor Desa Jembatan Dua.

Musyawarah tersebut dihadiri lengkap oleh segenap unsur pemerintahan desa, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kader Posyandu, kader Posbindu, serta didampingi langsung oleh pendamping desa. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan keseriusan desa dalam menangani isu stunting.

Kepala Desa Jembatan Dua Asep rianto menegaskan bahwa rembuk stunting ini merupakan langkah wajib untuk menyatukan data dan program. Menurutnya, stunting bukan hanya urusan kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen desa untuk menyelamatkan generasi penerus.

“Melalui rembuk stunting ini kita ingin mengetahui kondisi riil balita dan ibu hamil di desa kita. Jangan sampai ada anak di Jembatan Dua yang mengalami stunting karena kurangnya perhatian dan asupan gizi,” tegas Kades.

Dalam musyawarah, kader Posyandu memaparkan data hasil penimbangan dan pengukuran balita, termasuk temuan balita yang berisiko stunting. Selanjutnya, dibahas strategi intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan bergizi, edukasi pola asuh, hingga peningkatan sanitasi lingkungan.

Pendamping desa yang hadir turut memberikan arahan terkait pemanfaatan Dana Desa untuk program penanganan stunting yang tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya konvergensi program, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, hingga pembangunan jamban sehat.

Para kader Posyandu dan Posbindu yang hadir menyatakan kesiapannya untuk terus aktif melakukan pendampingan door to door kepada ibu hamil dan balita. Mereka berharap dukungan penuh dari pemerintah desa agar program pencegahan berjalan berkelanjutan.

Dengan digelarnya Rembuk Stunting ini, Pemdes Jembatan Dua berkomitmen menjadikan desa bebas stunting. Pemerintah desa berharap sinergi antara perangkat, BPD, kader, dan masyarakat mampu mewujudkan anak-anak Desa Jembatan Dua yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Penulis: 0ngah 021