Pemdes Pasar Saoh Salurkan BLT-DD Tahap III Kepada 4 KPM, Berikut Himbauan Kades…

KAUR SELATAN, KONTAK PUBLIK.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Pasar Saoh Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap III Sebanyak 4 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp 900.000; untuk III bulan yakni Juli, Agustus dan September Tahun 2026. pembagian BLT-DD ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pasar Saoh Mulyadi, S.Pd.I yang dilaksanakan di Sekretariat Kantor Desa setempat. Jum’at (25/09/2026.

Turut hadir dalam acara tersebut Seluruh Pemdes, Ketua dan Anggota BPD, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta tamu undangan lainnya serta rekan Pers.

Dalam sambutan Kepala Desa Pasar Saoh Mulyadi S.Pd.i mengatakan Pembagian BLT-DD ini tahap III ini untuk III bulan mulai dari Bulan Juli – September 2026 sejumlah Rp 900.000;. kriteria ini memang sudah diatur sesuai dengan Peraturan yang berlaku.

Dengan disalurkannya BLT-DD hari ini, Pergunakanlah BLT-DD tersebut semaksimal mungkin, terutama sesuai dengan yang benar-benar kebutuhan Sehari-hari, untuk pengobatan terutama ada salah satu KPM yang sedang sakit, bagi yang punya penyakit menahun dan lansia, ibu rumah tangga sekaligus kepala keluarga.

Sesuai dengan harapan kami sebelumnya, selain dari kebutuhan sehari-hari, agar dapat membantu Perekonomian Masyarakat saat ini, kalau bisa dimanfaatkan untuk penambahan modal atau membuat modal usaha sehingga menjadi roda penggerak Perekonomian Masyarakat Desa. Untuk tahap berikutnya akan kami upayakan secepatnya.

Mulyadi juga menghimbau masyarakat khususnya Desa Pasar Saoh akan Bahaya Nyamuk DBD, biasanya diakhir tahun musim hujan lebat, agar membersihkan lingkungan sekitar rumah, untuk lebih jeli melihat benda-benda yang bisa menampung air hujan agar tidak menjadi Sarang Nyamuk.

Hingga acara berakhir pada siang hari, pemantauan media di lapangan menunjukkan seluruh rangkaian penyaluran BLT-DD berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Pewarta: Ahmad Rezian

KENDALA AIR, PENGOPERASIAN RS PRATAMA KAUR TERTUNDA

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Pengoperasian Rumah Sakit (RS) Pratama di daerah terpencil Kabupaten Kaur terpaksa tertunda. Penyebab utamanya bukan perizinan atau tenaga medis, melainkan belum tersedianya sumber air bersih di lingkungan rumah sakit tersebut.
‎
‎Fakta ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kaur, Nasrur Rahman, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (24/09/26). Ia membenarkan bahwa air menjadi kendala paling krusial saat ini.
‎
‎”Rumah Sakit Pratama Kaur saat ini belum mempunyai air, sehingga pengoperasiannya masih tertunda. Mengingat air adalah bagian yang sangat penting dan krusial di rumah sakit,” ujar Sekda Nasrur Rahman.
‎
‎Menurutnya, tanpa pasokan air yang memadai, rumah sakit tidak mungkin bisa beroperasi sesuai standar pelayanan kesehatan. Air dibutuhkan untuk hampir semua layanan, mulai dari sterilisasi alat medis, operasional kamar mandi, laundry, hingga kebutuhan pasien dan tenaga medis.
‎
‎Sekda menjelaskan, kondisi geografis di lokasi RS Pratama tersebut memang cukup sulit untuk mendapatkan air permukaan. Solusi satu-satunya adalah dengan membangun sumur bor dengan kedalaman yang cukup untuk mendapatkan sumber air bersih yang layak.
‎
‎Namun, ia memberikan angin segar. Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut melalui mekanisme anggaran.
‎
‎”Tapi jika tidak ada halangan, di anggaran perubahan ini sumur bornya sudah dianggarkan untuk memenuhi kebutuhan di RS Pratama tersebut,” tegasnya.
‎
‎Dengan telah dianggarkannya sumur bor di APBD Perubahan 2026, Sekda optimis dalam waktu dekat kebutuhan air di RS Pratama akan teratasi dan rumah sakit kebanggaan masyarakat terpencil itu bisa segera diresmikan dan beroperasi penuh.
‎
‎Ia berharap masyarakat bersabar sedikit lagi, karena pemerintah tidak ingin rumah sakit beroperasi setengah-setengah dan justru membahayakan keselamatan pasien akibat tidak terpenuhinya standar sanitasi.
‎
‎Penulis: 0ngah 021